Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BPS Beberkan Biang Kerok Harga Tahu dan Tempe Terus Naik

BPS Beberkan Biang Kerok Harga Tahu dan Tempe Terus Naik Pabrik tempe di Kemayoran. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS), Setianto mengatakan pergerakan harga tahu, tempe dan telur ayam ras masih memberikan terhadap tingkat inflasi. Di bulan November 2022 masing-masing komoditas mengalami kenaikan inflasi di atas 2 persen (mtm).

"Pergerakan di harga tahu tempe dan telur ayam ras masih menyumbang inflasi dan mengalami kenaikan harga-harga," kata Setianto dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (1/12).

Berdasarkan data BPS, di bulan November, tahu mengalami inflasi 2,12 persen (mtm) dan 12,43 persen (yoy). BPS mencatat harga tahun per kilogram di level Rp 11.680. Begitu juga dengan harga tempe yang ikut naik di bulan November menjadi Rp 12.949 per kilogram. Sehingga tingkat inflasinya naik 2,13 persen (mtm) dan 13,56 persen (yoy).

Setianto mengatakan, kenaikan harga tahu dan tempe ini dibebankan stok kedelai di dalam negeri yang mulai menipis. Sementara itu, informasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian realisasi impor kedelai terlambat.

"Stok kedelai dalam negeri yang menipis sedangkan realisasi impor kedelai ini lambat," kata dia.

Sebagai informasi, produk pangan turunan kedelai mengalami kenaikan harga dalam 3 bulan terakhir. Bahkan secara tahunan harga komoditas tahu meningkat 12,43 persen dan tempe sebesar 13,56 persen.

"Kalau dilihat dari portal chicago board of trade, tren keniakan harga kedelai sejak September 2022" kata dia.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP