Bos Bio Farma: Sebagai BUMN, Kita Tidak Boleh Rugi
Merdeka.com - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan bahwa Bio Farma tengah mengembangkan end to end system untuk proses pengadaan vaksin Covid-19 secara mandiri maupun bantuan pemerintah. Nantinya, vaksinasi Covid-19 di Indonesia memang tidak sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah.
Honesti menjelaskan, sebagai BUMN, Bio Farma tetap harus mendapatkan profit, tidak boleh rugi. Meskipun begitu, dia tetap ingat jika Bio Farma juga merupakan agen pembangunan bangsa. Sebab, BUMN memiliki dua fungsi sekaligus yaitu agent of development dan value creation.
"Kita tidak boleh rugi tapi kan vaksinasi ada yang mandiri. Memang sebenarnya program pemerintah ini lebih ke fungsi agent of development, tapi tetap tidak boleh rugi, nah kita bisa mendapatkan value di vaksinasi mandiri," ujar Honesti dalam Markplus Conference 2021, Rabu (9/12).
Di kondisi sulit seperti ini, di mana setiap negara berlomba-lomba untuk pengadaan vaksin, Honesti mengatakan bahwa suplai menjadi sangat terbatas, harga otomatis naik. Sementara itu, industri farmasi di Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku. Sehingga kinerja margin pun ikut tertekan karena harga bahan baku yang naik itu.
"Hampir 100 persen bahan baku dari sana (luar negeri). Sedangkan supply terbatas, demand tinggi, maka harga naik. Jelas kalau revenue dan sales pasti tumbuh namun margin tetap rendah," ujarnya.
Industri Farmasi Diyakini Maju di 2021
Meskipun begitu, dia yakin Bio Farma bisa maju di tahun 2021 dan seterusnya. Dia optimis, industri farmasi akan naik seiring dengan meningkatnya perekonomian Indonesia setelah adanya vaksin di tahun 2021. Dia mengatakan, vaksin bagaikan game changer yang mampu menggerakkan perekonomian dunia. Oleh sebab itu, pihaknya akan memastikan suplai vaksin tersedia
"2021 harapannya ekonomi kembali normal dan performa kami kembali naik. Investor sudah melihat vaksin sebagai game changer dan tugas kami memastikan suplai vaksin tersedia," ujar Honesti.
Terkait suplai vaksin, Bio Farma telah mengamankan 125 juta dosis vaksin. 125 juta dosis vaksin itu terdiri dari 1,2 juta dosis yang datang pada 6 Desember lalu, lalu 1,8 juta dosis yang datang pada akhir Desember, 15 juta dan 30 juta bahan baku yang akan didatangkan secara bertahap pada bulan ini dan Januari 2021.
"Dari April ke Desember, kita juga sudah mengamankan bahan baku sekitar 90 juta dosis. artinya 2021 ada 122 juta vaksin yang kita produksi sendiri, 3 juta vaksin impor," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya