Beli mobil dinas bisa tunjuk langsung di e-katalog

Reporter : Ardyan Mohamad | Kamis, 27 Desember 2012 12:51




Beli mobil dinas bisa tunjuk langsung di e-katalog
mobil dinas. Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadaan barang dan jasa oleh instansi pemerintah sering berakhir boros, padahal, sistem pengadaannya memakai proses lelang yang seharusnya bisa menekan harga barang tersebut.

Menyadari sering ada budaya kongkalikong antara instansi dan pelaku usaha, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mendesain proses penunjukan langsung produk kebutuhan pemerintah melalui sistem e-katalog.

Menurut Ketua LKPP Agus Sardjono, saat ini ada dua barang yang sudah terdapat di dalam e-katalog tersebut yaitu mobil dinas dan penyedia jasa internet (Internet service provider/ISP).

Sebanyak 27 penyedia jasa Internet akan menawarkan sambungan dengan berbagai kecepatan kepada instansi pemerintah dengan harga lebih murah. Perusahaan-perusahaan itu akan dicantumkan dalam katalog online di situs lkpp.go.id, agar instansi yang berminat bisa langsung menghubungi.

"Kita undang 58 ISP, yang bergabung 27 ISP, tapi saya pikir cukup bagus lah, sudah kompetitif. Nantinya mereka jual kepada pemerintah lebih murah 20 persen dari harga normal," ujar Agus di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12).

Penunjukan langsung tersebut, lanjut Agus, lebih efisien untuk barang yang banyak dijual di pasaran. Sementara untuk lelang, lebih cocok untuk produk yang penawarannya sedikit seperti PLTU, irigasi, atau pemborong bendungan.

Agus menjamin pelaku usaha akan sangat untung meski menjual dengan harga lebih murah, sebab potensi pembeli e-katalog ini adalah 530 pemda dan 86 instansi di tingkat pusat. Selain itu, pemerintah juga diuntungkan dengan peluang turun harga lebih dari 20 persen.

"(Ini) malah kalau instansinya pinter, bisa tawar menawar lebih lanjut, turun di bawah 20 persen itu mungkin, untuk yang mobil bahkan selalu di bawah harga pelat hitam," tegas dia.

Agus menegaskan apabila ada peserta e-katalog yang memberi harga di atas janji pengurangan 20 persen, LKPP mengaku bakal langsung mengeluarkan perusahaan itu dari daftar. Ke-27 ISP itu diberi kontrak payung selama satu tahun, dengan peluang penyesuaian harga setiap tiga pekan sekali. Dia yakin apabila katalog ISP akan sukses seperti katalog mobil dinas.

"Dulu dealer yang kita undang (bergabung dengan e-katalog) banyak yang enggak mau, setelah lihat teman-temannya laris, mereka ikut juga," tutur dia.

Karena itu, e-katalog ini akan segera memasukkan produk tambahan, yaitu alat pertanian dan alat kesehatan. "Awal tahun depan kita harap sudah masuk e-katalog juga," pungkas Agus.

[rin]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jokowi lantik politikus PPP jadi Dubes RI untuk Lebanon
  • Ada petugas gadungan di Lebak Bulus, Transjakarta buat selebaran
  • Kamera wartawan tv di Bandung dirampas pengelola bus bandros
  • Selain hadiri Natal, Jokowi juga ingin blusukan di Papua
  • Sengketa tanah di Jalan Pemuda Rawamangun terjadi sejak 2013
  • Hasil korupsi Hambalang, Machfud belikan Anas batik Rp 10 juta
  • Main PS4 kini bisa lewat smartphone Android
  • Nurhayati: Demokrat lahir dan besar karena SBY
  • Jokowi panggil BIN, Polri & Menteri Yohana bahas Natal di Papua
  • Menkeu sebut perekonomian baru membaik 2 tahun mendatang
  • SHOW MORE