Beli BBM dibatasi, motor dan mobil jangan takut kehabisan bensin

Reporter : Wisnoe Moerti | Sabtu, 11 Mei 2013 17:03




Beli BBM dibatasi, motor dan mobil jangan takut kehabisan bensin
Kenaikan BBM. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wacana batas maksimal pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk motor sebesar 0,7 liter per hari dan 3 liter sehari untuk mobil, membuat masyarakat khawatir akan kehabisan bensin di tengah perjalanan. Ketakutan tersebut langsung dijawab oleh DPR.

Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha menuturkan, masyarakat tidak perlu takut kehabisan bensin. Sebab, pembelian yang dijatah adalah untuk BBM bersubsidi. Masyarakat masih bebas membeli BBM non subsidi, semisal Pertamax.

"Kalau mau tambah ya beli yang non subsidi," ujar Satya kepada merdeka.com, Sabtu (11/5).

Dia yakin, penentuan besaran batas maksimal pembelian BBM bersubsidi sudah melalui berbagai proses dan kajian. "Kan sudah dari hasil survei," singkatnya.

Menurutnya, yang paling penting harus dilihat dari ide tersebut adalah keinginan untuk mengelola subsidi secara adil. Sebab, selama ini tingkat pengawasan untuk pembelian BBM bersubsidi sangat rendah. Dia menyebutkan, bisa jadi ada sepeda motor yang dalam sehari bisa mengisi BBM bersubsidi sebanyak 10 kali. "Bisa saja itu cara mereka untuk kemudian bensin-bensinnya dijual eceran. Kalau dibatasi pembeliannya kan tidak akan seperti itu," jelasnya.

Selain itu, penjatahan pembelian BBM bersubsidi juga diyakini bisa meminimalisir adanya orang-orang yang selama ini hanya mengeruk keuntungan dari kondisi saat ini.

Sebelumnya, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), ternyata tidak mengesampingkan rencana pengendalian konsumsi BBM dengan sistem teknologi informasi.

Pemerintah tetap berencana memasang Radio Frequency Identification (RFID) di mobil pribadi mulai pertengahan tahun ini. Tujuannya untuk pembatasan pembelian BBM.

Terhitung mulai Juli 2013, pemerintah membatasi pembelian BBM untuk mobil dan sepeda motor. "Berdasarkan kebutuhan, sepeda motor 0,7 liter per hari, mobil pribadi 3 liter per hari. Kalau satu kendaraan satu hari hari sudah beli 100 liter itu jelas tidak benar," kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswo Utomo di kantornya, Jakarta, Jumat (10/5).

Pengamat energi Kurtubi bersuara keras atas rencana tersebut. Menurutnya, wacana atau ide tersebut tidak masuk akal, asal-asalan, dan aneh. "Ide yang salah terus dan asal-asalan. Jelas sekali merupakan wacana yang tidak boleh diteruskan apalagi di eksekusi," tegas Kurtubi.

[noe]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Twitter berencana dirikan kantornya di Indonesia
  • Kapolri soal Adrianus: Saya tidak rela polisi diinjak-injak!
  • Seni memancing ikan di atas panggung kayu
  • Aksi ambil untung bikin IHSG lesu di penutupan akhir bulan
  • Ahok soal Suhardi: Beliau orang di Gerindra paling dukung saya
  • BI gandeng kepolisian incar transaksi valas di Batam
  • Ikut Ice Bucket Challenge aktor Thailand ini ditangkap polisi
  • Cari dana di lantai bursa lebih efektif daripada pinjam bank?
  • Nazaruddin temperamen, bekas ajudan ngaku pernah ditendang
  • Ayu Dewi rutin setiap salat kirim Alfatihah untuk Olga
  • SHOW MORE