Bank Mandiri blokir ATM-Debit yang digunakan di Body Shop

Reporter : Sri Wiyanti | Jumat, 22 Maret 2013 16:01




Bank Mandiri blokir ATM-Debit yang digunakan di Body Shop
Bank Mandiri. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Mandiri Tbk mengaku telah memblokir setidaknya puluhan kartu ATM-Debit yang pernah digunakan nasabah untuk bertransaksi di Body Shop Indonesia.

Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengakui ada nasabahnya yang telah menjadi korban dari aksi penggandaan kartu ATM-Debit yang terjadi di gerai toko peralatan kecantikan Body Shop Indonesia.

Dia menuturkan, oleh hacker, data kartu ATM-Debit milik nasabah digandakan kemudian data tersebut ditanam di kartu ATM-Debit kosong sebagai duplikatnya yang kemudian digunakan untuk bertransaksi di Amerika Serikat dan Meksiko.

"Jadi mereka mengkopi data nasabah kita ketika bertransaksi, kartu di swipe di mesin EDC (electronic data capture), datanya langsung ke copy otomatis, langsung di copy dan digandakan," jelas Budi kepada wartawan, Jumat (22/3).

Budi menyebutkan, setidaknya ada lebih dari 100 kartu ATM-Debit yang telah menjadi korban penggandaan. Kerugiannya ditaksir hampir mencapai Rp 200 juta.

"Kartu yang kita blokir sedikit, jumlahnya 100 ke bawah, nilai transaksinya pun di bawah Rp 200 juta, kita antisipasi," jelas Budi.

Bank Mandiri secara otomatis akan memblokir kartu yang pernah digunakan di gerai Body Shop Indonesia kemudian terlacak digunakan di Mexico. "Kita memblokir transaksi misal (pernah digunakan) di Body Shop, terus ada transaksi di Mexico atau Amerika itu otomatis langsung di blokir. Kalau Jakarta, tidak," ungkap Budi.

Namun, Budi tidak dapat menjelaskan prosesnya lebih lanjut dengan alasan untuk kepentingan keamanan nasabah dan langkah antisipasi bagi kejahatan di kemudian hari.

Sebelumnya, Indikasi kejahatan perbankan kembali muncul. Kali ini yang menjadi sasaran adalah pengguna kartu debit atau kredit yang digunakan untuk transaksi pembelian di gerai toko peralatan kecantikan The Body Shop.

Hal ini dialami oleh Nana (30) yang tiba-tiba mengalami pemblokiran kartu ATM Bank Mandiri. "Saya kemarin mau narik uang dari ATM. Tapi ditolak oleh mesin karena kartu tidak bisa digunakan. Paginya saya ditelepon oleh customer service Bank Mandiri yang menyatakan bahwa kartu saya diblokir sebagai tindakan pencegahan karena ada indikasi penggandaan," ujar Nana.

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak The Body Shop. PR & Social Media Manager The Body Shop Indonesia Ratu Maulia Ommaya mengatakan laporan tersebut muncul sejak beberapa minggu terakhir.

"Kami telah menerima laporan pertama kali beberapa minggu yang lalu. Memang kejadiannya baru bulan Maret ini," ujar dia kepada merdeka.com, Kamis (21/3).

Ratu mengaku saat ini pihak The Body Shop Indonesia sedang melakukan penyelidikan melalui koordinasi dengan pihak bank.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Bank Mandiri

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Anies: Indonesia sedang bersih-bersih, sabar soal kabinet
  • Lee Kwang Soo janji belajar Bahasa Inggris
  • 5 Cara sederhana untuk kurangi risiko stroke
  • Ketika Syahrini ajak Kopassus goyang 'maju mundur cantik'
  • Ditanya soal menteri Jokowi, Ical ibaratkan seperti main biliar
  • Gerindra: Pertemuan Prabowo dengan Luhut tak bahas kabinet
  • Malaysia heboh video mesum ustaz kondang
  • Ical undang JK hadiri ulang tahun Partai Golkar
  • Hasto: Tim Transisi sudah dibubarkan dua hari lalu
  • Ini isi pembicaraan Jokowi dengan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping
  • SHOW MORE