Analisa JP Morgan soal risiko rupiah dan surat utang negara
Merdeka.com - Melalui analisanya bertajuk "Will positioning risk catch up with INDOGBs? Move to U/W" JP Morgan tidak menampik besarnya risiko devaluasi mata uang China, Yuan terhadap pergerakan nilai mata uang negara berkembang. Termasuk rupiah. Kondisi ini menjadi perhatian utama.
"Nomor satu kekhawatirannya berasal dari pelemahan Yuan yang berdampak ke regional, termasuk Indonesia," tulis analisa JP Morgan yang diterima merdeka.com, Kamis (27/8).
Pelemahan Yuan juga berpotensi berdampak pada surat utang negara (SUN). Meski begitu JP Morgan tidak menyarankan investor melepas SUN dan rupiah seperti yang sempat ramai diberitakan sebelumnya.
Analisa yang dipaparkan Emerging Market Strategy JP Morgan Arthur Lukand dan Bert Gochet ini tidak menampik bahwa obligasi Indonesia cukup berisiko lantaran didominasi pembeli asing. Kondisi ini akan sangat rentan jika terjadi penarikan dana dalam besar-besaran atau outflow.
"Indonesia bukan satu-satunya pasar obligasi yang berisiko. Tetapi kelebihan itu pasti berpeluang menimbulkan arus keluar."
Terkait pengelolaan fiskal, JP Morgan mengapresiasi kebijakan pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada Desember tahun lalu. JP Morgan juga menyoroti terkait prediksi penerimaan pajak sepanjang tahun ini yang diperkirakan di bawah target.
"Jika gap pajak ini tidak dapat ditutup pada akhir tahun, pemerintah harus mencari sumber-sumber pendanaan yang belum dianggarkan atau mengurangi pengeluaran."
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya