AFI sebut bisnis waralaba sedang 'naik daun'

Reporter : Sri Wiyanti | Sabtu, 2 Maret 2013 18:13




AFI sebut bisnis waralaba sedang 'naik daun'
pameran franchice. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Salah satu kekuatan sekaligus mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi. Laju pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 6 persen dan berhasil bertahan di tengah gelombang krisis ekonomi dunia tidak lepas dari peran sektor konsumsi dalam negeri.

Tingginya konsumsi domestik dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk menjajaki bidang usaha tertentu. Di antaranya melalui program waralaba atau franchise dan program kemitraan.

Tidak bisa dipungkiri, pintu masuk berkembangnya bisnis waralaba di Indonesia adalah waralaba makanan cepat saji asal Amerika Serikat yaitu KFC dan Mc Donald's. Setelah itu muncul waralaba lokal seperti Es Teler 77.

Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) terus mendorong perkembangan bisnis ini. Salah satunya melalui gelaran Info Franchise dan Business Concept Expo (IFBC) di Balai Kartini, Jakarta.

"Berwirausaha memberikan kebebasan baik secara waktu maupun finansial. Namun perlu disadari bahwa dalam merintis usaha baru dibutuhkan keberanian, komitmen tinggi, waktu, tenaga, dan biaya," kata Ketua Penyelenggara Info Franchise Fredy Ferdianto di Balai Kartini, Sabtu (2/3).

Fredy menuturkan, dalam pameran yang berlangsung mulai 1 Maret hingga 3 Maret ini, tersedia sekitar 90 unit waralaba. Peluang usaha franchise jenis apapun bisa ditemui.

Dia menuturkan, cerahnya prospek bisnis di Indonesia membuat bisnis franchise di Indonesia makin menjamur. "Di antara sekian banyak konsep usaha, franchise atau waralaba merupakan peluang usaha yang sedang naik daun. Keunggulannya adalah menganut prinsip bahwa bisnis harus selalu profit. Ini tercermin dalam dukungan operasional dan sistem usaha yang sudah terbukti untung," jelasnya.

Waralaba, lanjutnya, didasarkan pada merek yang legal, dukungan operasional, sumber daya manusia (SDM) yang telah kuat, serta perhitungan yang matang.

Melalui pameran franchise ini, pengunjung juga dapat memulai investasi dengan nilai mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 1 miliar.

"Investasi dari Rp 10 juta itu kelas kuliner, kalau yang investasi besar Indomart, atau Auto Bridal itu mencapai Rp 1 miliar," tutur Fredy.

Fredy menargetkan 15.000 pengunjung untuk tahun ini dengan nilai transaksi sebesar Rp 150 miliar. Optimisme ini didasari oleh perolehan dari pameran tahun 2012 lalu yang berhasil menarik pengunjung hingga 14.000 orang dengan nilai transaksi mencapai Rp 130 miliar.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Waralaba

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Antre di SPBU, pengecer bensin dicekik & ditodong pistol polisi
  • Hasto beberkan isi pertemuan Tim Jokowi dengan Prabowo di Hyatt
  • Eh, Ternyata Banyak Hal Seru di Trailer 'JOKOWI ADALAH KITA'
  • Forum Betawi dan FPI ancam lengserkan Ahok di Hari Pahlawan
  • Kim So Hyun raih gelar Best Actor di Tokyo Drama Awards
  • Diam-diam, ternyata Jokowi pernah bertemu elite PKS
  • FPI bagikan angket untuk survei Ahok
  • Lorenzo pimpin sesi latihan kedua, Pedrosa kuasa latihan pertama
  • Pakistan bikin rancangan undang-undang anti kanibalisme
  • Purnawirawan TNI AL jadi calon menteri Jokowi dari Papua
  • SHOW MORE