13 Tahun menjadi menteri, pamor Hatta dilibas Jokowi?

Reporter : Alwan Ridha Ramdani | Kamis, 14 Februari 2013 08:18




13 Tahun menjadi menteri, pamor Hatta dilibas Jokowi?
Hatta Rajasa gelar jumpa pers. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah 13 tahun lebih, Hatta Rajasa duduk dikursi pemerintah. Mulai menjadi Kepala Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), sampai akhirnya saat ini, duduk menjadi Menteri Koordinator Perekonomian di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini, selalu berada di lingkungan pemerintahan sejak reformasi bergulir. Walaupun presiden sudah berganti tiga kali. Mulai dari Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri. Hatta duduk pertama kali jadi Menteri 2001, saat didaulat menjadi Menteri Riset dan Teknologi kabinet Gotong Royong menggantikan AS Hikam.

Akan tetapi, setelah 13 tahun menjabat, pamor Hatta dipublik sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, tampaknya saat ini, kalah pamor terutama untuk publik kelas bawah. Walaupun Hatta, sudah lama malang melintang di pemerintahan dan dunia politik dibandingkan Joko Widodo. Hal ini terbukti saat melakukan tinjauan ke pasar tradisional di Jakarta, para pedagang dan masyarakat yang hadir awalnya menganggap yang datang adalah Gubernur Jakarta Joko Widodo yang tengah naik daun.

"Itu siapa mas? Pak Jokowi ya?,"tanya seorang pedagang, Juleha, sambil berjinjit-jinjit untuk mencuri lihat. "Pak Jokowi kapan datang ke sini ya?" ujarnya lebih lanjut. Para pedagang justru berharap Jokowi berkunjung agar para pedagang tersebut dapat berkeluh kesah.

Sebelumnya, Ketua Pusat Data Bersatu (PDB) Didik Junaidi Rachbini menilai saat ini sosok Jokowi menjadi fenomenal di tengah masyarakat. Bahkan, hal ini menyebabkan orang lebih memilih Jokowi jika pemilihan presiden digelar saat ini. "Orang milih berdasarkan suka tidak suka. Jokowi muncul sebagai fenomena baru," kata Guru Besar Ekonomi ini beberapa waktu lalu.

Hasil survei PDB menempatkan Jokowi di urutan puncak dengan 21,2 persen, diikuti Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto 17,1 persen. Selanjutnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 11,5 persen, raja dangdut Rhoma Irama 10,4 persen, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie 9,4 persen, mantan Wapres Jusuf Kalla 7,1 persen. Sedangkan Hatta Rajasa hanya bertengger pada elektabilitas 2,8 persen itu pun untuk posisi Calon Wakil Presiden.

Dalam berbagai survai, tingkat popularitas Hatta Rajasa selalu jauh tertinggal dibandingkan kandidat lain yang teranyar, seperti Mahfud MD. Terakhir, hasil survei Jaringan Survei Indonesia (JSI) menyebutkan Hatta Rajasa memiliki tingkat popularitas 69,3 persen.

Sedangkan survei teranyar Network Election Survey (INES), yang dirilis November tahun lalu, Hatta cukup diperhitungkan sebagai calon presiden meskipun hanya memperoleh 11,3 persen suara pemilih.

[arr]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • PKB beberkan alasan Jokowi tunda umumkan kabinet
  • Martin usul rekam jejak calon kepala daerah juga diteliti KPK
  • Yamaha datangkan Lorenzo dan Espargaro di akhir 2014
  • 'KPK dibentuk karena dosa Kejagung tak bisa berantas korupsi'
  • Warga Tulungagung gelar aksi damai tolak deklarasi FPI
  • PDIP sebut kabinet Jokowi tunggu pertimbangan DPR
  • AirAsia berminat ikuti jejak Lion Air kelola bandara
  • Romo Benny: Publik kecewa, calon menteri penuh dosa korupsi
  • Video mesum anak SMP di hutan Gunungkidul bikin heboh warga
  • Pantanal, ekosistem lahan basah air tawar terbesar di dunia
  • SHOW MORE