Pantaskah kloning untuk membangkitkan makhluk prasejarah?
Merdeka.com - Memahami apa yang terjadi jutaan tahun lalu salah satunya adalah dengan menghidupkan makhluk pada zaman tersebut di masa sekarang secara genetis. Namun, hal ini nampaknya perlu dikaji ulang.
Seperti yang dilansir oleh The Telegraph (14/5), hal ini disampaikan oleh salah seorang professor antropologi, Dr Alice Roberts. Menurutnya, kita harus memikirkan dan mulai prihatin atas hal ini karena sudah banyak penelitian yang mencoba melakukan hal itu.
Roberts pun menyebutkan bahwa hal ini harus disandarkan pada pemikiran etika yang berlaku. Hal ini karena teknologi yang digunakan mirip dengan kloning, yang memiliki berbagai kontroversi.
"Ada satu yang mengganjal tentang menghidupkan kembali seekor mammoth. Mereka adalah makhluk kawanan yang sudah lama punah. Jadi buat apa dihidupkan lagi? Untuk tontonan kebun binatang? Saya pikir ini sangat bertentangan dengan etika di masyarakat," katanya.
Menurutnya, para peneliti pun seharusnya mulai sadar akan hal ini. Mereka tidak boleh begitu saja membuat sebuah penelitian yang bertentangan dengan etika yang ada.
"Sangat penting bagi para peneliti agar tidak mengurung diri di lab. Ada isu besar yang menyangkut etika kepantasan dan harus dibicarakan degnan banyak pihak," lanjutnya.
Sebelumnya, para peneliti dari Jepang sendiri telah mengupayakan untuk menghidupkan seekor mammoth. Hal ini dilakukan dengan mengambil DNA sang gajah purba dari sebuah tulang dan menanamkanya ke janin gajah betina modern. (mdk/nvl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya