[Komparasi] Aplikasi alternatif 'BBM baru' di BlackBerry

Reporter : Alvin Nouval | Kamis, 16 Mei 2013 11:20




[Komparasi] Aplikasi alternatif 'BBM baru' di BlackBerry
BBM di iOS dan Android. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama ini, BBM memang dikenal sebagai primadona para pengguna BlackBerry dalam mengirimkan pesan instan. Dengan adanya keputusan membuka akses BBM ke iOS dan Android, maka hal ini pun akan semakin menjadi istimewa bagi para pengguna BlackBerry.

Meski begitu, patut diingat bahwa BBM bukanlah aplikasi instant messaging pertama yang melakukan hal ini di BlackBerry. Setidaknya telah ada dua aplikasi serupa yang lebih dulu terkenal dan menjejaki ranah ini jauh sebelum BlackBerry Messenger memutuskan untuk masuk ke iOS dan Android.

Seperti dilansir oleh Cnet (15/3), sudah ada WhatsApp dan Viber yang lebih dulu menghubungkan pengguna BlackBerry dengan pengguna iOS dan Android. Jika demikian, mampukah BBM bersaing?

BBM

BBM merupakan fasilitas utama dan andalan yang disediakan oleh BlackBerry dalam seluruh perangkatnya. Aplikasi ini tersedia gratis dan sudah dipasang secara default ketika pengguna membeli perangkat BlackBerry. Adapun fitur-fitur yang ditawarkan BlackBerry Messenger adalah instant messaging dan VoIP (panggilan telepon melalui akses internet). Selain itu, khusus untuk perangkat Blackberry 10 sudah dilengkapi pula dengan panggilan video.

Untuk bisa menggunakannya, pengguna harus terlebih dulu menukarkan pin mereka. Setelahnya, baru bisa bercakap-cakap secara gratis sesuai dengan paket layanan data yang disediakan oleh masing-masing penyedia layanan seluler.

Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui apakah pengguna BBM di iOS dan Android akan membutuhkan pin juga untuk menggunakan layanan ini. Jika tidak, maka bisa jadi BBM akan berubah sepenuhnya.

WhatsApp

Aplikasi ini bisa dibilang yang paling senior dalam pasar aplikasi messaging antar platform. Dalam setahun pertama penggunaannya, pengguna bisa memakainya secara gratis. Di tahun berikutnya, perlu berlangganan USD 10 atau sekitar Rp 97 ribu per tahun untuk bisa menggunakannya.

Selain memberikan layanan instant messaging, WhatsApp juga menawarkan layanan bertukar foto maupun video. Pengguna juga bisa bercakap-cakap secara berkelompok dan mengirimkan peta untuk menentukan tempat pertemuan sembari menggunakan aplikasi ini.

Untuk menggunakannya diperlukan integrasi antara kartu perdana pengguna dan data kontak yang ada di dalamnya. Nantinya, WhatsApp akan mencari siapa saja yang juga menggunakan layanan ini dalam kontak pengguna untuk kemudian dimasukkan dalam daftar teman.

Dengan hal ini, WhatsApp sebenarnya pernah disandung masalah keamanan. Beberapa pihak menganggap akses ke kontak telepon ini ilegal dan melanggar privasi pengguna.

Viber

Berbeda dengan WhatsApp, Viber bisa dikategorikan aplikasi instant messaging yang mengusung sistem freemium. Pengguna bebas menggunakan layanan ini kapanpun, namun harus membayar untuk menggunakan beberapa fitur seperti sticker.

Meskipun tidak terkenal di Indonesia, Viber sebenarnya memberikan layanan yang menarik bagi para pengguna BlackBerry yang ingin berkirim pesan dengan pengguna smartphone dari platform lain. Hal ini dikarenakan Viber mampu masuk di hampir seluruh OS smartphone yang beredar di pasaran.

Sistem kerjanya pun mirip dengan WhatsApp, yaitu membutuhkan akses ke kontak pengguna. Namun, bedanya aplikasi ini bisa dipasang di banyak platform secara bersamaan, jadi ketika pengguna berganti perangkat, mereka tetap bisa mengakses aplikasi ini tanpa takut harus mencari kontak teman terlebih dulu.

Sayangnya, dalam beberapa kali penggunaan, masih banyak bug yang muncul. Hal ini yang mungkin membuat Viber kalah tenar dibandingkan dengan WhatsApp.

Kesimpulan

Dari segi kegunaan dan fitur, semuanya memiliki keunggulan yang setara. Hanya Viber saja yang nampak menonjol dengan bisa dipasang di banyak platform dalam waktu bersamaan.

Namun begitu, banyaknya bug yang menyerang Viber membuat aplikasi ini tak nyaman digunakan dalam jangka waktu lama. Sehingga, perlu berpikir-pikir lagi untuk bisa menggunakannya.

Jika saja WhatsApp gratis, mungkin aplikasi inilah yang menjadi superior di antara ketiganya. Namun, lagi-lagi tak mungkin hal itu bisa terjadi.

Harapannya tinggal bagaimana tampilan BBM di iOS dan Android nantinya. Jika bagus, pengguna WhatsApp dan Viber akan pindah ke BBM. Jika tidak, sulit rasanya BBM bersaing dalam pasar ini.

[nvl]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Pulang ngapel di mal, tas Ayu dicopet di angkot
  • Geledah kampus UKI, BNN temukan parang dan alat isap sabu
  • Ini modus kapal nelayan asing kelabui aparat keamanan
  • Adik Ical nyerah tak bisa bayar Rp 781 M, pasrah Lapindo dibeli
  • [foto] sungmin suju - sa eun nikmati bulan madu di maladewa
  • Todongkan pistol, perampok di Solo kuras uang dan perhiasan
  • Tak ada di Balai Kota, kemana Wagub Djarot seharian?
  • Bakrie tak kuat bayar Rp 781 M, Jokowi resmi beli aset Lapindo!
  • JK sebut sudah biasa warga asing jadi bos BUMN
  • Fahri: Rini pro asing anggap orang Indonesia gak jago
  • SHOW MORE