Indonesia bukan pasar Path?
Merdeka.com - Walaupun tidak sepopuler gaung dari Facebook, Instagram, Twitter, YouTube atau Pinterest, namun Path miliki pengguna yang tidak sedikit, khususnya di Indonesia.
Bagi yang belum mengetahui apa itu Path, jejaring sosial satu ini adalah tempat untuk saling bertukar foto, video dan beberapa lainnya, komentar mirip dengan Facebook namun untuk masalah pertemanannya, Path hanya memperbolehkan penggunanya mempunyai 150 teman saja dalam satu account.
Path pertama kali diluncurkan sekitar bulan November 2010 lalu. Sayangnya, tidak seperti Facebook atau jejaring sosial sejenisnya, perkembangan Path tergolong lambat. Bahkan untuk kawasan Indonesia, Path baru dikenal luas sekitar tahun 2012 lalu.
Mengutip pertanyaan di Tech in Asia (21/05), apakah Path dapat panjang umur di Indonesia?
Coba kita analisis, Path adalah salah satu jejaring sosial yang tidak memperbolehkan pengguna memiliki banyak teman. Di Indonesia, sisi pertemanan adalah salah satu hal yang penting, setidaknya bagi mereka para remaja.
Dengan memiliki banyak teman, maka dapat menandakan bahwa dia terkenal dan memiliki pergaulan yang luas. Sedangkan Path memilih untuk meniadakan fasilitas tersebut.
Analisis kedua, dibandingkan dengan jejaring sosial yang lebih dulu tumbuh berkembang pesat seperti Facebook dan Twitter, Path tergolong lamban.
Path banyak digunakan oleh mayoritas anak muda, sedangkan pengguna Facebook atau Twitter lebih global.
Menurut data analisis yang dikeluarkan oleh StatCounter dengan mengambil sample data mulai Januari sampai Mei 2013, Path bahkan tidak termasuk dalam 7 jejaring sosial populer di Indonesia.

Mungkin saja, Path dapat berkembang pesat di negara lain, namun sepertinya jejaring sosial ini akan kesulitan untuk berkembang dan dapatkan banyak pengguna di Indonesia.
(mdk/das)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya