BlackBerry, dari dulu sampai sekarang

Reporter : Arif Pitoyo | Jumat, 20 September 2013 14:46




BlackBerry, dari dulu sampai sekarang
blackberry. © Canada.com

Merdeka.com - Tepat sembilan tahun sudah, BlackBerry meluncur secara komersial lewat operator telekomunikasi Indosat, yaitu pada Desember 2004. Saat itu, BlackBerry baru menawarkan layanan BlackBerry Enterprise Service lewat produk 7730.

Namun, masuknya handset BlackBerry sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 2002, berupa handset yang jadul, layar monochrome, berbentuk nanas dengan keyboard yang sangat kecil.

Hal tersebut diketahui dari Handono Warih, yang saat itu masih di Indosat. Di awal kemunculannya, BlackBerry dipandang sebelah mata. Warih yang saat ini menjabat sebagai GM Channel Operation and development PT XL Axiata mengaku saat itu (2002) dia berada di divisi sales dan distribution.

"Saat itu nggak ada yang mau jualin BlackBerry, bahkan di internal Indosat sekalipun. Namun saya melihat peluang, dan terus mengembangkannya hingga rilis komersial pada 2004," katanya kepada merdeka.com, Jumat (20/9).

Diakui atau tidak, BlackBerry telah memberi sejumlah prioritas bagi Indonesia, bahkan dibandingkan India, Malaysia, atau Singapura sekalipun yang sebenarnya lebih maju perkembangan mobile lifestyle-nya.

Di Indonesia pula, RIM menjalin kerja sama dengan operator terbanyak dibandingkan negara lain, yaitu mencapai 5 operator.

Setelah meluncurkan layanan BES bersama Indosat pada Desember 2004, RIM merilis BIS yang pertama pada Juni 2008. RIM bersama Telkomsel menggelar layanan BIS yang pertama di dunia untuk nomor prabayar.

Selanjutnya, setelah merilis seri Bold pada Agustus 2008, BlackBerry makin tak tertahankan dominasinya. RIM langsung menguasai pasar smartphone di Indonesia hingga 90 persen. Kemudian pada 2009, RIM merilis BlackBerry Application Word di Indonesia dan selanjutnya pada February 2010, RIM menyediakan layanan BlackBerry untuk CDMA.

BlackBerry mulai meredup sejak 2012, saat ponsel berbasis Android mulai menemukan pasarnya di Indonesia dan berkembang pesat karena didukung dengan gadget yang murah dan kaya fitur atau layanan.

Apalagi, setelah BlackBerry melepas BIS dan menanggalkan BBM dari eksklusivitasnya, BlackBerry makin terombang-ambing. Mungkin BlackBerry perlu belajar dari Nokia yang mampu membangun kembali puing-puing keruntuhan, bersama Microsoft.

[dzm]

KUMPULAN BERITA
# Blackberry

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Rossi: Sepang salah satu sirkuit favorit saya
  • Pelari asing diajak ramaikan Pyongyang Marathon 2015
  • Facebook buat 'Room', aplikasi chat baru rasa 'tempoe doeloe'
  • Drama Jokowi memburu calon menteri
  • 'Bugatti' buatan pria asal Boyolali memukau dunia!
  • Satu Suro, tonggak spiritualitas masyarakat Jawa
  • Wajah Brewok bikin Antonio Banderas awet muda, kok bisa?
  • Tekad FPI bakal demo sampai Ahok jatuh
  • Lima permintaan konyol mantan diktator sejagat
  • Kuburan gantung ala Toraja di Sagada, Filipina
  • SHOW MORE