Industri penerbitan akan kalah bersaing dengan E-Book jika buku-buku yang diterbitkan kurang populer, tidak memahami kebutuhan pasar serta tidak menawarkan tema-tema berbeda, kata Vice Director PT Elex Media Komputindo Aluisius Arisubagijo, di Jakarta, Rabu.
"Trend membaca saat ini memang telah bergeser ke internet, E-Book, media baca handphone. Namun demikian, jika kita mampu menangkap peluang untuk menulis buku yang beda, buku tetap menjadi pilihan," ujarnya.
Menurut dia, meski penerbitan buku tetap bisa bersaing dengan media lain, namun ada banyak kendala atau persoalan yang harus dihadapi di antaranya adalah jumlah terbit per tahun rendah, jalur distribusi terbatas, pergeseran perilaku pembeli buku, pertambahan toko buku besar lambat.
Agar buku yang akan diterbitkan bisa menjadi best seller maka penulis harus memenuhi syarat utama di antaranya menulis dengan tema-tema yang unggul (menulis sesuatu yang beda), penulis harus selalu mencari kesempatan dan disiplin.
"Strategi untuk menulis buku agar menjadi best seller gunakan teori ATM yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi buku yang saat ini menjadi best seller serta mengambil momen yang tepat," katanya dalam seminar The World of Publishing : Good Script is Not Enough di Binus University.
Ari menambahkan, contoh buku yang dibuat sesuai dengan momen di antaranya terkait dengan facebook dengan judul buku Step by Step Facebook karya Sartika Kurniali. Buku ini menjadi best seller dan telah terbit lima kali dalam lima bulan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan menjadi penulis buku yang best seller maka peluang untuk terus menulis buku lebih terbuka. Penerbit akan memprioritaskan penulis itu jika kembali menulis dengan tema-tema yang menarik. Dengan buku diterbitkan penulis akan mendapatkan royalti atau kompensasi dari penjualan buku.
"Dalam enam bulan ada penulis yang mampu memperoleh royalti hingga Rp86 juta. Jika best seller terus jumlah royalti akan terus bertambah," katanya menjelaskan.
Sesuai data dari Elex Media Komputindo selama tahun 2008 jumlah buku yang terbit kurang lebih 10 ribu judul. Jumlah penerbit yang ada sekitar 686 yang terdiri penerbit buku pelajaran, buku umum dan penerbit Islam.
Untuk toko buku yang siap memasarkan buku yang terdaftar seluruh Indonesia sebanyak 3600 toko. Hanya saja jumlah yang aktif hanya sekitar 520 toko. (kpl/roc)

-
Puas
211
-
Tidak puas
1.013
-
Enak zaman Soeharto
2.184



-
1Mistis
-
2Korban sukhoi
-
3Gunung salak
-
4Sukhoi hilang
-
5Teladan bangsa
-
6Lady gaga





