"Kami sedang meminta masukan dari badan dan instansi, baik pemerintahan, kepolisian, maupun pihak swasta soal rencana pembangunan jaringan komunikasi tentang penanggulangan bencana, baik sebelum maupun sesudah bencana terjadi," kata Kepala BPBD Jatim, Haryogi, di Surabaya.
Jaringan komunikasi itu, menurut dia, secara teknis akan menghubungkan komunikasi antara pihak BPBD dengan Bakorwil atau Satkorlak di kabupaten/kota di Jatim.
"Jaringan yang akan kami gunakan nanti bisa telepon, internet, radio, atau televisi terkait penanganan korban bencana di daerah yang sedang terjadi gempa," katanya.
Ia menyebutkan, potensi bencana di Jatim dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis bencana, yaitu bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.
Bencana alam bisa berupa gempa bumi, letusan gunung berapi, angin topan, tanah longsor, kekeringan, hama penyakit tanaman, epidemi, wabah kejadian luar biasa, dan kejadian antariksa
Bencana non alam antara lain kebakaran hutan yang disebabkan oleh manusia, kecelakaan transportasi, kegagalan konstruksi, dampak industri, ledakan nuklir, dan pencemaran lingkungan.
Sementara itu, bencana sosial adalah berupa kerusuhan sosial, dan konflik sosial dalam masyarakat yang sering terjadi.
Ia menjelaskan, penanggulangan bencana merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional, yaitu serangkaian kegiatan penanggulangan bencana yang dilaksanakan, baik sebelum bencana, pada saat tanggap darurat, maupun sesudah terjadi bencana.
"Selama ini masih dirasakan adanya kelemahan, baik dalam pelaksanaan penanggulangan bencana maupun dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di Jatim," kata Haryogi.
Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan adanya masukan dari berbagai pihak tentang pembuatan jaringan komunikasi antara pihak instansi pemerintahan dan swasta di Jatim tentang korban bencana dapat membantu mempermudah koordinasi. (kpl/cax)

-
Puas
209
-
Tidak puas
1.009
-
Enak zaman Soeharto
2.173



-
1Mistis
-
2Korban sukhoi
-
3Gunung salak
-
4Sukhoi hilang
-
5Teladan bangsa
-
6Lady gaga






