Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibu Yuli Meninggal Setelah Kelaparan, Anaknya Pingsan Di-bully Tetangga

Ibu Yuli Meninggal Setelah Kelaparan, Anaknya Pingsan Di-bully Tetangga 5 Potret Kemiskinan di Indonesia Dampak Pandemi Corona. merdeka.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan berita seorang warga miskin yang kelaparan dan hanya mampu minum air galon selama dua hari untuk menahan lapar.

Kejadian tersebut menimpa Yuli, warga Kelurahan Lontarbaru, Kecamatan Serang, Banten yang terkena imbas dari sulitnya perekonomian di tengah pandemi corona. Belum lama setelah ramai diberitakan, masyarakat kembali dikejutkan oleh berita meninggalnya Yuni, Senin (20/4) lalu.

Kabar meninggalnya Yuli setelah kelaparan di tengah pandemi Corona, hingga kini mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat. Namun, ternyata hal itu berdampak pada keluarga Ibu Yuli.

Salah satu anak dari almarhum Ibu Yuli, mendapatkan banyak tekanan dari tetangga sekitar tempat tinggalnya. Hal itu ternyata mempengaruhi kondisi psikologis anak. Hal tersebut diungkapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Rabu (22/4).

Tak Kuat Hingga Pingsan

ibunya meninggal setelah kelaparan anak ibu yuli pingsan dibully tetangga

2020 Merdeka.com

Kepala Dinas DP3AKAB Kota Serang Toyalis mengungkapkan, Ia mendapatkan laporan dari tim yang menjenguk keadaan keluarga almarhum, bahwa anaknya yang paling tua mengalami tekanan dari tetangga.

"Kami hanya mendapat laporan dari teman-teman di lapangan, dari Kabid bahwa anak ini merasa tertekan dari tetangganya. Kemarin habis upload yang direkam dan viral. Saya pun memang melihat apa yang dikatakan ibunya di medsos. Mungkin merasa bersalah, kemarin pun teman kami yang ke sana, anaknya pingsan enggak bisa ditanya dan lain sebagainya," kata Toyalis.

Lakukan Terapi Trauma Healing

Karena hal itu, anak tersebut akhirnya dibawa oleh DP3AKAB untuk mendapatkan penanganan oleh ahli psikologi melalui program terapi trauma healing selama satu bulan. Hal ini dilakukan guna mencegah gangguan mental dan untuk mendapatkan hak dan ketenangan sebagai anak. "Iya (karena tekanan) itu pertimbangannya. Kami khawatir karena tidak ada keluarganya, hidupnya sendiri dan bersama bapaknya. Kami simpan saja di P2TP2A biar kami yang melakukan intervensinya. Nanti secara psikolog yang akan memberikan terapi," ujarnya.

Alami Bully dari Tetangga

Salah satu tim DP3AKAB Mukhlisin menambahkan, anak almarhum mendapatkan tekanan dan bully dari tetangga dan teman-temannya. Itulah yang paling berat di pikiran anak almarhum sehingga perlu ada penanganan khusus.

cara membuat anak terhindar bullying

2020 Merdeka.com

"Anaknya ada empat, anak yang kecil sama bibinya. Yang dua anak sama bapaknya karena lain bapak. Sama dikembalikan kepada orang tuanya. Yang satu ini karena paling tua banyak tekanan dari tetangga, teman-temannya, di-bully makanya kami amankan," ujarnya.

Tetangga Diharapkan Berikan Dukungan Positif

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap keluarga almarhum Ibu Yuli. Dan juga akan menginstruksikan lurah untuk memberikan arahan agar situasi di wilayah Lontarbaru lebih tenang."Saya kira tetangga ya harus jangan menekan. Inikan persoalan semua orang tahu, lebih baik tetangga yang memberikan support yang dingin, inikan situasinya memanas," ujarnya.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP