Tekanan pekerjaan tingkatkan risiko sakit jantung
Merdeka.com - Pekerjaan yang penuh tekanan dapat mengubah cara tubuh menangani lemak yang mengarah pada peningkatan risiko penyakit jantung.
Para peneliti Spanyol menemukan bahwa stres mempengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme lemak yang pada akhirnya meningkatkan tingkat kolesterol jahat. Mereka juga mengatakan bahwa stres emosional terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular sebagai akibat dari kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, diet yang tidak sehat dan beberapa faktor lainnya.
Namun penelitian baru menunjukkan bahwa stres dapat memicu dislipidemia, gangguan yang mengubah kadar lemak dan lipoprotein dalam darah. Para peneliti di Virgen de la Victoria Hospital di Malaga dan Santiago de Compostela Universitas menganalisis bahwa hubungan antara stres kerja dan parameter yang berbeda terkait dengan bagaimana asam lemak dimetabolisme dalam tubuh.
Penelitian yang diterbitkan dalam Scandinavian Journal of Public Health ini dilakukan pada lebih dari 90.000 pekerja yang menjalani medical check-up.
"Para pekerja yang menyatakan bahwa mereka sempat mengalami kesulitan dalam berurusan dengan pekerjaan selama 12 bulan sebelumnya (8,7 persen dari sampel) memiliki risiko lebih tinggi menderita dislipidemia," kata Carlos Catalina, psikolog dan ahli klinis, kepada Daily Mail (17/5).
Dislipidemia mengakibatkan peningkatan jumlah kolesterol jahat dan menurunkan tingkat kolesterol baik. Secara khusus, orang-orang yang menderita stres kerja lebih berisiko menderita tingkat tinggi kolesterol jahat, tingkat terlalu rendah kolesterol baik dan lebih mungkin mengembangkan penyumbatan pembuluh darah. (mdk/des)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya