Tahun 2020, setengah penduduk Inggris akan terkena kanker

    Reporter : Kun Sila Ananda | Senin, 10 Juni 2013 13:07

    Tahun 2020, setengah penduduk Inggris akan terkena kanker
    Ilustrasi kanker. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Rashevskyi Viacheslav

    Merdeka.com - Peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2020 nanti, setengah dari penduduk Inggris akan terdiagnosis kanker setidaknya sekali seumur hidup. Namun sekitar sepertiganya diperkirakan akan sembuh.

    Kenaikan angka pasien kanker diperkirakan peneliti karena semakin banyak penduduk Inggris yang hidup hingga usia tua, sehingga membuat kanker lebih mudah menyerang. Usia yang semakin panjang diakibatkan oleh adanya obat untuk penyakit-penyakit serius seperti jantung dan tekanan darah. Selain itu, tingkat kesejahteraan yang meningkat juga berpengaruh terhadap kemungkinan hidup lebih lama.

    Meski begitu, usia tua membuat warga semakin rentan terkena kanker, sehingga jumlah kasus kanker yang baru muncul semakin banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2010, tingkat kanker bertambah hingga 44 persen, pada tahun 2020, akan meningkat hingga 47 persen, berdasarkan dana dari lembaga amal Macmillan Cancer Support. Pada tahun 2010 terdapat 288.600 kasus kanker baru. Angka ini cukup tinggi dibandingkan pada tahun 1990 sebesar 212.700 dan tahun 2000 sebanyak 246.400.

    Lembaga amal memperingatkan pihak yang bergerak di pelayanan kesehatan bahwa pada 2020 nanti fasilitas yang mereka miliki tak akan cukup untuk semua pasien.

    "Dengan semakin majunya pengobatan untuk hal-hal selain kanker, maka di masa depan kemungkinan mereka tak akan bisa mengatasi hampir setengah dari populasi penduduk Inggris yang membutuhkan penanganan kanker," ungkap Ciaran Devane, eksekutif di Macmillan, seperti dilansir oleh Daily Mail (07/06).

    Data juga menunjukkan bahwa dengan perawatan yang semakin modern, maka tingkat bertahan hidup pasien kanker akan meningkat. Tingkat risiko kematian kanker akan menurun hingga 65 persen, setelah sebelumnya sebesar 80 persen. Sayangnya pasien yang berhasil bertahan hidup juga harus merasakan efek samping seumur hidup mereka seperti masalah jantung, lelah, nyeri sendi, depresi, osteoporosis, berkurangnya ingatan, kecemasan, dan sebagainya.

    [kun]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Bertengkar, siswi SMP dipukul palu hingga tewas di pematang sawah
  • Malu-malu kucing, Park Min Young ingin gandeng suami orang
  • Singapura cabut larangan berkunjung orang dengan HIV positif
  • Polri minta tanggung jawab jika capim tersangka lolos, ini kata KPK
  • Ngaku anggota Satpol PP, dua preman peras pasangan sejoli di Monas
  • Ustaz Yusuf Mansur dirawat di RSPAD Gatot Soebroto
  • Ratna Galih buka-bukaan soal keputusannya berhijab di website ini
  • Menteri Darmin nilai masyarakat masih simpan uang di lemari
  • Pardi ditemukan tewas bersimbah darah di semak-semak
  • Genjot serapan anggaran, Inpres antikriminalisasi pejabat digodok
  • SHOW MORE