Susu murni atau susu pasteurisasi?

Reporter : Kun Sila Ananda | Senin, 2 April 2012 14:10

Susu murni atau susu pasteurisasi?
ilustrasi susu murni ©mi9.com/ alikamarainen

Merdeka.com - Apakah susu murni bisa berbahaya? Pertama-tama Anda harus mengerti kenapa produk susu harus di pasteurisasi agar lebih aman. Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu hingga tujuh puluh derajat untuk membunuh bakteri yang tidak sehat. Pasteurisasi juga menjaga agar susu tetap pada teksturnya semula dan bisa lebih tahan lama. Sementara susu murni, kembali pada keasliannya adalah produk yang alami, segar, dan organik.

Orang yang menyarankan susu murni menyatakan bahwa susu lebih baik ketika masih murni. Karena susu murni kaya akan mineral, vitamin, dan enzim. Terdapat juga perbedaan kalori antara susu murni dan susu hasil pasteurisasi. Susu murni juga dipercaya sebagai pilihan yang lebih baik bagi orang yang alergi pada laktosa. Namun, kebiasaan menghangatkan susu yang ada di masyarakat membuat pendukung susu hasil pasteurisasi meragukan kelebihan-kelebihan susu murni.

Ini adalah beberapa fakta mengenai susu murni dan susu hasil pasteurisasi berdasarkan penelitian US Food and Drug Administration:
1. Susu hasil pasteurisasi tidak menyebabkan alergi laktosa. Susu murni dan susu hasil pasteurisasi sama-sama dapat membuat alergi bagi orang yang sensitif dengan protein susu.
2. Susu murni tidak bisa membunuh bakteri patogen berbahaya dengan sendirinya.
3. Pasteurisasi tidak akan mengurangi nilai nutrisi dari susu.
4. Pasteurisasi tidak berarti bahwa Anda dapat membiarkan susu hasil pasteurisasi di luar lemari es dalam waktu yang lama. Susu hasil pasteurisasi juga memiliki masa kadaluarsa, dan lebih baik segera digunakan setelah tutup dibuka.
5. Pasteurisasi memang dapat membunuh bakteri.
6. Pasteurisasi memang dapat menyelamatkan kehidupan.

Berdasarkan pendapat Ed Zimney dalam blognya di www.everydayhealth.com seperti dilansir healthmeup.com, tidak ada salahnya meminum susu murni yang tidak dipasteurisasi. Dia juga mengatakan bahwa saat ini sudah ada tiga macam produk susu yang bisa didapatkan masyarakat, antara lain: susu hasil pasteurisasi, susu hasil pasteurisasi organik, dan susu murni.

Bagaimanapun terdapat beberapa orang yang tidak diperbolehkan meminum susu murni. Berdasarkan data Center for Disease Control and Prevention, orang-orang yang disarankan untuk menghindari susu murni atau produk susu mentah adalah:
1. Ibu hamil.
2. Anak berusia di bawah 5 tahun.
3. Orang lanjut usia.
4. Orang yang terinfeksi HIV.
5. Orang yang mengidap kanker.
6. Orang dengan "immunocompromised", seperti orang yang melakukan transplantasi organ tubuh.

[kun]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Perjuangan Elizabeth edukasi wanita Rwanda melalui pembalut
  • Tak pakai sabuk pengaman, girlband ini diceramahi fans
  • Ungkap 8 manfaat menakjubkan dari serai!
  • Kalah di Bani, Pemprov DKI belum akan bayar Rp 7,6 miliar
  • Gigihnya Gardner dulu gelandangan sekarang punya perusahaan
  • Makin serius dengan Reino Barack, Luna Maya sudah siap menikah?
  • Asosiasi Pemerintah Kota keberatan larangan rapat di hotel
  • Cerita apesnya Taruna AAU jaga pos monyet saat malam minggu
  • Jennifer Lawrence tolak kencan dengan Pangeran Harry?
  • PSI minimal ingin seperti Nasdem
  • SHOW MORE