Merdeka.com tersedia di Google Play



    Detak jantung cepat tingkatkan risiko kematian

    Reporter : Kun Sila Ananda | Kamis, 18 April 2013 11:39


    Detak jantung cepat tingkatkan risiko kematian
    Ilustrasi detak jantung. ©Shutterstock.com/belekekin

    Merdeka.com - Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart, diketahui bahwa detak jantung yang semakin cepat bisa mengindikasikan risiko kematian yang besar. Bahkan, tingkat kesehatan seseorang tak mempengaruhi risiko ini.

    Dengan kata lain, orang dengan tingkat kesehatan baik namun memiliki detak jantung yang lebih cepat tetap berisiko tinggi mati karena tekanan darah tinggi.

    "Detak jantung cepat tak selalu berarti penyakit. Namun kita semua tahu bahwa terdapat kaitan yang kuat antara detak jantung dan harapan hidup," ungkap Dr Magnus Thorsten Jensen, kardiolog di Copenagen University Hospital Gentofte, seperti dilansir oleh Red Orbit (16/04).

    Hasil penelitian ini diketahui setelah peneliti dari Denmark mengamati dara mahasiswa Copenhagen selama 16 tahun. Mereka menghitung kecepatan detak jantung, kesehatan, bahkan mengamati gaya hidup termasuk kebiasaan merokok dan berolahraga.

    Akhirnya penelitian menemukan bahwa detak jantung saat seseorang istirahat sekitar 51 - 80 detak per menit berkaitan dengan tingkat risiko kematian 40 - 50 persen lebih tinggi. Sementara mereka yang memiliki detak jantung 81 - 90 detik per menit memiliki risiko dua kali lebih tinggi. Bagi mereka dengan detak jantung 90 detak per menit memiliki risiko kematian tiga kali lipat lebih tinggi.

    Peneliti menyimpulkan bahwa setiap tambahan 10 - 22 detak per menit, risiko kematian akan bertambah 16 persen. Bagi perokok, setiap penambahan 12 - 27 detak per menit, risiko kematian bisa bertambah 20 persen jika kebiasaan ini diperhitungkan. Sementara bagi mereka yang tak merokok memiliki peningkatan risiko kematian 14 persen setiap penambahan detak jantung 24 detak per menit.

    Berdasarkan Jensen, penelitian ini menunjukkan bahwa teori mengenai detak jantung yang normal saat istirahat, yaitu sekitar 60 - 100 per menit perlu dirombak melihat detak jantung yang cepat bisa mengindikasikan peningkatan risiko kematian.

    [kun]


    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


    JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Penelitian Ilmiah, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Penelitian Ilmiah.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup






    Komentar Anda


    Smart people share this
    Back to the top

    Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
    Most Viewed Editors' Pick Most Comments

    TRENDING ON MERDEKA.COM

    LATEST UPDATE
  • Istri hamil, Judika laris manis
  • Wulan - Andi Dukung Anak Mereka Main Film Bersama
  • 5 Curhat Sutan Bhatoegana tak bisa ke Senayan
  • Seruduk mobil, pengendara Suzuki Satria tewas di Rasuna Said
  • Sastrawan dunia Gabriel Marquez tutup usia
  • 4 Orang ini kritik gaya puisi politik Fadli Zon
  • Jumat Agung di Gereja Immanuel berlangsung khidmat
  • Jadi korban photoshop, hidung Lorde jadi tampak aneh!
  • Politikus PDIP sebut Koalisi Indonesia Raya cuma akal-akalan
  • Sektor ekonomi pengguna utang luar negeri Indonesia Rp 3107 T
  • SHOW MORE