Merdeka.com tersedia di Google Play


7 mitos di seputar Ramadan
Reporter : Nabilla | Senin, 22 Juli 2013 17:12




7 mitos di seputar Ramadan
lentera ramadan. REUTERS/Mohamed Abd El-Ghany

Merdeka.com - Ramadan dianggap juga sebagai momen paling suci bagi umat Islam. Selain suasana dan keharuan yang dibawanya, Ramadan merupakan momen pas untuk menabung pahala. Tahun ini, Ramadan sudah memasuki tahun 1434 H. Berarti juga Ramadan sudah sangat dekat dengan kita.

Namun, tetap saja ada beberapa kesalahpahaman mengenai Ramadan, atau bisa juga kita sebut mitos. Seperti yang dilansir di destinationjeddah.com, setidaknya terdapat 7 mitos mengenai Ramadan selama ini:

1. Ramadan memerlukan waktu puasa selama 30 hari non-stop.

Ramadan tidaklah berarti berpuasa selama 30 hari non-stop. Tetapi, kita berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam atau pada siang hari yang dinamakan juga shaum.

2. Semua orang harus berpuasa.

Dalam Ramadan, Islam tidak menganjurkan semua umat harus berpuasa. Anak balita, manula, wanita hamil, penderita diabetes, perempuan sedang haid dan mereka dengan kebutuhan medis, serta para pengelana merupakan pengecualian. Penggantian puasa dapat dilakukan di waktu mendatang.

3. Ramadan jatuh di saat yang sama tiap tahun.

Awal Ramadan selalu berpindah tiap tahun, hal ini dikarenakan penggunaan kalender bulan yang mengharuskan umat Islam berpuasa mengikuti gerak bulan.

4. Umat muslim berarti menahan lapar dan haus selama Ramadan.

Puasa Ramadan bukanlah sekedar menahan rasa lapar dan haus. Namun kita juga harus bisa menahan hawa nafsu lainnya. Ramadan berarti juga pembersihan tubuh dan jiwa sembari memperkuat keimanan dengan Allah, dan silaturahmi dengan keluarga, saudara dan komunitas.

5. Menggosok gigi membatalkan puasa.

Menggosok gigi bukan berarti membatalkan puasa. Anda diperbolehkan menggosok gigi selama tidak ada yang tertelan. Membersihkan mulut berarti lebih bersih, keadaan bersih membuat beribadah lebih afdlal.

6. Berpuasa dimulai ketika imsak.

Sebelum adzan Subuh, akan terdengar sirine atau pemberitahuan mulai puasa atau disebut juga dengan imsak. Imsak berarti juga waktu untuk makan akan segera berakhir, dan puasa dimulai ketika adzan subuh berkumandang.

7. Menelan ludah membatalkan puasa.

Menelan ludah tidak akan membatalkan puasa, karena ludah berasal dari tubuh manusia itu sendiri. Yang membatalkan puasa adalah jika kita memasukkan makanan dari luar tubuh ke dalam tubuh.

[bai]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


READ MORE


Back to the top