Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siapa penjegal Pilkada Surabaya, KPU atau PAN dan Demokrat?

Siapa penjegal Pilkada Surabaya, KPU atau PAN dan Demokrat? Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Parpol ramai-ramai melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panwaslu Kota Surabaya, Jawa Timur ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Selasa (1/9). ‎Laporan itu, berkaitan dengan sengketa Pilwali Surabaya, yang akhirnya tetap dihuni calon tunggal, yaitu pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Partai politik yang melaporkan KPU dan Panwaslu Kota Surabaya, adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN). ‎Ketiga partai ini akan bertemu di Jakarta.

Meski berbeda kubu, PDIP dan PAN ditambah Demokrat sama-sama mengadukan KPU Surabaya. PDIP tak mau pilkada Surabaya diundur 2017 jika Risma tak dapat lawan di tahun ini. Sedangkan PAN dan Demokrat menginginkan Dhimam-Abror tetap bisa menjadi lawan Risma.

Laporan ke tiga partai ini, diinformasikan juru bicara pasangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono. Dikatakan Didik, hari ini (1/9), secara kebetulan, pihaknya bertemu dengan perwakilan PAN dan Demokrat di Jakarta. Mereka bertujuan sama, yaitu melaporkan KPU dan Panwaslu Kota Surabaya ke DKPP.

‎Untuk Partai Demokrat, diwakili Plt Ketua DPC Kota Surabaya, Hartoyo, sedangkan PAN diwakili Ketua DPD Kota Surabaya, Surat. "Selesai lapor, kok ketemu PAN sama Demokrat, dengan niat yang sama (melapor ke DKPP)," terang Didonk, panggilan akrab Didik via pesan elektroniknya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP