Ratna Sarumpaet desak SBY-Boediono mundur

Reporter : Achmad | Jumat, 22 Maret 2013 22:06

Ratna Sarumpaet desak SBY-Boediono mundur
Presiden SBY. ©Rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), Ratna Sarumpaet mengusulkan dibentuknya pemerintahan transisi. Langkah itu segera dilakukan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari jabatannya.


"Kita memang mendesak pemerintahan transisi," jelas Ketua MKRI Ratna Sarumpaet di Sekretariat MKRI, Jakarta, Jumat (22/3).

MKRI beralasan, upaya untuk menurunkan SBY sebelum menyelesaikan masa tugasnya pada 2014 mendatang dinilai banyak mengundang masalah. Banyak di antaranya yang tak selesai, termasuk penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu).

Ratna juga menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggaran pemilu dan tahapan-tahapan yang tengah berlangsung turut bermasalah. Atas alasan itu, pemerintahan transisi diharapkan dapat segera memperbaiki dengan Undang-Undang Pemilu, serta Partai Politik.

"Paket SBY-Boediono harus turun, pemerintahan transisi yang logis," lanjut Ratna.

Namun ia juga meminta agar militer dan pemerintahan SBY tidak negatif thinking yang hanya melihat demo sebagai tindakan makar ataupun gerakan pembangkangan.

"Mereka yang militer dengar apa yang kami lakukan jangan mau hanya dengar mau demo. Tanya apa yang kami inginkan," tegas dia.

Ratna juga menilai statement Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang menyatakan di media akan menyerbu MKRI, kalau akan melakukan makar itu suatu hal yang memalukan.

"Itu tidak sopan, dia digaji dengan uang rakyat. Dia siapa?" kata Ratna dengan lantang.

[tyo]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE