Prinsip jadi alasan Risma pertanyakan pengangkatan Wisnu

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Kamis, 20 Februari 2014 16:27




Prinsip jadi alasan Risma pertanyakan pengangkatan Wisnu
Priyo dan Risma. ©2014 Merdeka.com/Randy Firdaus

Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan alasan kenapa dirinya pertanyakan pengangkatan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana. Padahal, keduanya adalah kader PDI Perjuangan (PDIP).

"Kalau kami harus ikuti aturan, itu sebetulnya. Saya kepingin itu diluruskan prosesnya," ujar Risma saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/2).

Risma pun mengungkapkan tujuannya menghadiri undangan Priyo, salah satunya untuk mengklarifikasi proses pengangkatan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu.

"Tujuannya saya menyampaikan bahwa saya mohon bisa diberi klarifikasi, kedua saya untuk mengklarifikasi prosesnya itu, proses pemilihan wakil wali kota," ujarnya.

Dia pun membantah jika pertemuan dengan Priyo ini untuk mencari dukungan. Risma juga menegaskan, tak ada konflik partai dalam kasus ini. "Saya enggak ngerti dukungan, enggak ngerti saya, enggak ngerti, enggak tahu," imbuhnya.

Dia juga membantah menolak Wisnu sebagai wakilnya di kota Surabaya. Yang dipersoalkan, kata dia, adalah proses pengangkatan Wisnu yang sudah bermasalah sejak awal.

"Saya tidak menolak orangnya, tapi prosesnya harus dibenarkan karena proses itu penting bagi saya. Karena selama ini saya selalu menjaga proses itu," tutur dia.

"Kalau saya punya prinsip apa saya tidak boleh," pungkasnya.

Sebelumnya, kabar Risma dan Wisnu tak harmonis berawal dari protes Risma soal pengangkatan Wisnu yang dianggap tidak sah dan terkesan dipaksakan. Sebab, Wisnu diangkat tidak sesuai dengan jadwal sebelumnya.

Tak hanya itu, dalam proses pengangkatan Wisnu di DPRD Surabaya juga terkesan terburu-buru. Sebab, Wisnu diangkat dalam kondisi absen paripurna DPRD yang tidak kuorum.

Namun akhirnya pelantikan terjadi karena ada surat keputusan dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Surat tersebut menyatakan bahwa kuorum 50 persen plus satu. Peraturan kuorum ini menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 16.

Akibat kisruh ini, Risma dijadwalkan akan bertemu dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso untuk membahas hal itu.

[mtf]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • India punya pembaca berita transgender pertama
  • Main domino di kelas, 11 siswa SMK Pariwisata dihukum push up
  • Ketua DPRD DKI: Bukan hak FPI melarang pelantikan Ahok
  • Menpan ingin satukan semua inspektorat jenderal
  • Toko roti di Radio Dalam kebakaran, 1 karyawan dilarikan ke RS
  • Puan ingin Ketum PDIP dari trah Soekarno, Jokowi tak setuju
  • Jokowi akan ajak menterinya blusukan lihat kondisi rakyat
  • 3 Pedagang kedapatan jual ikan & bakso berformalin di Koja
  • Pria ini keliling kota dengan kostum ketat untuk picu perdebatan
  • Fisikawan ramai-ramai tolak penemuan astronomi terbesar abad ini
  • SHOW MORE