Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presidential threshold rendah, capres alternatif banyak

Presidential threshold rendah, capres alternatif banyak Surat suara capres 2009. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Nilai ambang batas syarat pencalonan presiden atau presidential threshold sebaiknya dipatok rendah. Dengan begitu, peluang munculnya calon-calon alternatif dalam pilpres akan semakin besar.

"Dukungan 3,5 persen saya berpendapat itu saja yang dipakai supaya tidak bikin lagi kebanyakan ambang batas. Sehingga peluang munculnya tokoh-tokoh alternatif selain nama 4L (lu lagi lu lagi) menjadi semakin besar kalau ambang batasnya tidak begitu besar," ujar pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris dalam diskusi 'Ambang batas calon presiden,' di Gedung DPD, Jakarta, Rabu (16/5).

Jangan sampai pada tingkat yang sangat awal membatasi peluang munculnya calon-calon pemimpin bangsa yang terbaik yang belum tentu ada di dalam setiap parpol. Walaupun hasil survei banyak merujuk pada tokoh partai.

"Ya mengunci calon itu supaya yang maju dalam calon itu adalah yang diusung partai besar atau koalisi partai besar," ujarnya.

Syamsuddin tidak sepakat jika pengurangan ambang batas hanya sebesar 5 persen dari yang berlaku 20 persen saat ini. Nilai ambang batas pemilihan presiden (Pilpres) 15 persen lumayan dibanding 25 persen. Tetapi akan lebih baik jika menggunakan nilai ambang parlemen.

"Ya dibandingkan 25 persen ya lumayan. tapi akan lebih baik kalau memakai ambang batas parlemen. Bagaimana bangsa ini bisa maju kalau kita hidup dalam bayang-bayang ketakutan yang nggak jelas itu," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengusulkan syarat pencapresan adalah dukungan minimal 15 persen suara sah pemilu atau 15 persen kursi di parlemen. Menurutnya, angka yang berlaku alam Pemilukada ini merupakan angka moderat.

"Menemukan angka moderat dan akomodatif menjadi penting. Syarat pemilukada, 15 persen, bisa menjadi titik temu yang masuk akal," kata Anas lewat akun Twitter-nya, Rabu (16/5). (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP