Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat: PKS alami disorientasi politik

Pengamat: PKS alami disorientasi politik PKS. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemelut yang dialami Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdampak pada citra partai. Terakhir kasus korupsi suap daging impor yang menjerat Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi kini ditetapkan sebagai tersangka.

Gerakan perbaikan citra dilakukan PKS, mulai mengubah moto partai dari slogan; "bersih, jujur dan adil" menjadi "cinta, kerja dan harmoni".

Terakhir, untuk mengubah citra jelang pemilu 2014, PKS melawan arus opini dugaan kasus suap dengan menyerang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mewacanakan bahwa kasus itu dipolitisir. Ujungnya mereka mewacanakan keluar dari koalisi.

"Saya pikir ada upaya kompensasi mereka (PKS) coba menarik persoalan ini ke persoalan lain seperti KPK di politisir, terus kemudian Demokrat bermain agenda politik dibalik kasus daging sapi," kata Pengamat Politik UI Boni Hargens, Minggu (26/5).

Menurut anda posisi PKS semakin resisten? Boni menjawab, justru itu artinya secara hukum persoalan Luthfi Hasan Ishaaq dan kawan-kawan sulit di pungkiri ini persoalan kriminal.

"Saya pikir ini (kemelut PKS) gerakan politik. Maka masyarakat akan kritis melihatnya. Tapi yang pasti PKS disorientasi," kata Boni. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP