Pemilu 2014 miskin pemantau

Reporter : Muhammad Mirza Harera | Selasa, 9 April 2013 15:40




Pemilu 2014 miskin pemantau
KPU menetapkan pemilu 2014. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat pemilu dari Perludem, Didik Supriyanto mengatakan pada periode pemilu 2014 ini, peran masyarakat dalam memantau pemilu telah berkurang dari pemilu-pemilu sebelumnya.

"Kenapa bisa begitu? Pertama kaderisasi pemantau pemilu kurang baik, setelah menjadi pemantau bisa jadi kader-kader pemantau ini malah masuk partai politik atau malah menjadi penyelenggara pemilu," kata Didik di KPU, Selasa (9/4).

Menurutnya, kondisi seperti ini tidak baik karena banyak di daerah terjadi sengketa pemilu bisa jadi disebabkan tidak ada pemantau yang mengawasi jalannya sebuah pilkada.

"Selain itu faktor dana juga menjadi masalah," ujarnya.

Meskipun demikian Didik tetap memberikan apresiasi pada KPU periode kali ini karena dibandingkan dengan KPU sebelumnya, KPU yang sekarang adalah yang terbaik.

"Soal penyelenggara, dibandingkan dengan tahun 1999, 2004, dan 2009, KPU sekarang adalah yang terbaik," imbuhnya.

Mereka yang menjabat sebagai komisioner, lanjutnya, mempunyai pengalaman yang banyak dan juga akademis yang mumpuni dalam menyelenggarakan pemilu. Namun itu tidak semuanya mulus karena ada ironi sesama penyelenggara pemilu.

"Ada problem yang akut, KPU berkompetisi dengan Bawaslu di DKPP. Ini ironi karena masing-masing pihak merasa tidak hebat jika tidak melakukan sesuatu," pungkasnya.


Jangan banyak-banyak

Berkurangnya lembaga atau LSM pemantau pemilu dalam mengawasi tahapan pemilu 2014 tidak membuat Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie pesimistis akan kesuksesan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Justru dia bersukur banyak pemantau yang akhirnya bergabung ke penyelenggara pemilu.

"Harusnya kita bersukur ada pemantau yang akhirnya jadi pelaksana karena memang dia ahlinyan" kata Marzuki Alie di Gedung KPU.

Dia menjelaskan, makin banyak orang-orang berpengalaman yang masuk dalam penyelenggara pemilu maka dengan sendirinya pemilu itu akan sukses. Tidak seperti pemilu yang lalu-lalu saat ditangani orang-orang yang tidak berpengalaman.

"Jadi pemantau tidak perlu banyak-banyak, karena penyelenggara sudah hebat-hebat," ujarnya.

Menurutnya, sepanjang tidak ada perubahan komitmen dan perubahan integritas saat menjabat sebagai penyelenggara pemilu maka pemilu akan berjalan dengan baik.

"Jangan sampai dulu jadi pemantau idealis tapi ketika jadi pelaksana berubah. Makanya kita doakan pemantau yang sekarang mempertahankan idealismenya," imbuhnya.

[war]

KUMPULAN BERITA
# Pemilu 2014

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Jokowi batal umumkan menteri gara-gara peringatan KPK
  • Orang religius terbukti lebih suka nonton film porno
  • Cerita istri sewa pembunuh bayaran mutilasi suami asal Inggris
  • Menguak misteri patung kayu tertua di dunia, Shigir Idol
  • Kekerasan rumah tangga tak sekedar tinggalkan luka fisik!
  • Serangan jantung, kakek 63 tahun tewas di gerbong KA Brantas
  • Kementerian (masih) tanpa menteri
  • Drama batalnya pengumuman menteri Jokowi di Priok
  • 5 Tanda orang Indonesia doyan belanja online
  • Tarik Ronaldo, Ancelotti sindir Messi
  • SHOW MORE