Walikota Ambon, Jopi Papilaja, di Ambon, Rabu, memastikan, keputusan menonaktifkan berdasarkan penjelasan Kapolda Maluku, Brigjen Pol.Guntur Gatot Setyawan yang ditanyainya soal keterlibatan Ferdinand terkait "tarian liar" diperagakan 22 penari cakalele(perang-red) tanpa ada dalam agenda panitia Harganas ke-XIV. Kades Hutumuri ini termasuk satu dari 39 tersangka yang sementara telah ditetapkan Polda Maluku karena para penari pernah berapat di rumahnya, dua pekan lalu. Walikota juga menonaktifkan salah seorang staf Tata Usaha SMA Negeri 1 Ambon, Petrus Rahayaan karena berdasarkan hasil pemeriksaan 35 tersangka terkait "tarian liar" diduga terlibat bersama tiga orang lainnya sehingga sementara sudah 39 tersangka.
"NKRI sudah final dan "harga mati" bagi warga Kota Ambon yang merupakan bagian dari Maluku sebagai satu dari delapan Provinsi mendirikan RI sehingga tidak ada kompromi bagi siapa pun juga terlibat separatis RMS dengan perbuatan makar,"ujarnya. Sementara itu, Kabid Penegak Disiplin Badan Kepegawaian Pemkot Ambon, F.Rewauru, secara terpisah mengemukakan, penonaktifkan dua orang tersebut karena perbuatan makar sambil menunggu keputusan hukum tetap yang dikenakan bagi mereka.
"Apa pun mekanisme pemerintahan di Desa Hutumuri harus tetap berlangsung sehingga Walikota telah menunjuk Camat Leitimur Selatan menjadi Penjabat Kades setempat sambil berkoordinasi dengan Lembaga Musyawarah Desa(LMD) memproses pergantian,"katanya. Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu juga telah meminta Bupati Maluku Tengah untuk menonaktifkan Yoyo Teterissa yang sehari- hari menjadi Guru SD di Desa Aboru, Pulau Haruku karena merupakan koordinator "tarian liar". (*/cax)
Pasang Fahri di Komisi III DPR, PKS siap perang lawan KPK?
Saksi sebut pasangan Bambang-Sukamta lakukan kecurangan
Lemhannas akan gembleng calon presiden dan DPR
Ruhut: Jokowi pedagang mebel mau jadi presiden, belum levelnya
4 Jenderal purnawirawan ini kritik kepemimpinan SBY
Pendiri PK: Dulu Anis dan Hilmi miskin sekarang kaya raya
Pendiri PK ramai-ramai serang PKS
PDIP merasa hadapi Orde Baru jilid II di Pilgub Bali
Pendiri PK minta PKS dibubarkan dan jual aset-asetnya
Cerita Sutan Bhatoegana tidur saat pimpin rapat