Nama pasangan Khofifah-Herman belum masuk formulir C1

Reporter : Moch. Andriansyah | Sabtu, 10 Agustus 2013 18:04




Nama pasangan Khofifah-Herman belum masuk formulir C1
Khofifah jalani sidang kode etik di DKPP. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ujian bagi pasangan calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (BerKah) masih belum berakhir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, belum mencantumkan nama pasangan tersebut dalam lampiran formulir C1. Hanya ada nama tiga pasangan calon saja.

Padahal, keputusan sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) beberapa waktu lalu terkait sengketa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013, memenangkan gugatan Khofifah dan memutuskan pasangan tersebut berhak mengikuti Pilgub Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agustus nanti.

Pasangan Khofifah dan Herman bakal melaporkan dugaan kecurangan ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Saya sudah menerima kopiannya. Di situ ada kolom-kolom yang terdapat nomor dan nama pasangan calon 1, 2, 3 dan 4. Tapi nama saya yang seharusnya ditulis di nomor urut 4 justru tidak ada," kata Khofifah, Sabtu (10/8).

Dengan kejadian yang selama ini dianggap telah merugikannya, Khofifah meminta pelaksanaan Pilgub Jawa Timur nanti berlangsung demokratis dan fair. Menurut Khofifah, temuan kejanggalan pada lembar formulir C1 mengindikasikan KPU memang tidak profesional.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini pun kembali merujuk pertimbangan DKPP beberapa waktu lalu yang menyatakan KPU Jawa Timur sebagai penyelenggara Pilgub tidak profesional.

"Seandainya yang dicetak setelah ada keputusan DKPP maka yang dicetak harus ada nama empat pasangan calon. Demikian pula kalau dicetaknya sebelum DKPP, ya cuma ada tiga nama pasangan saja," tegas Khofifah.

Khofifah mendesak KPU Jawa Timur bersikap netral dan adil kepada semua pasangan calon. "Kedzaliman apa lagi ini? Ayolah KPU Jatim, kerja yang fair dan profesional," tegas Khofifah.

Dengan pelaporannya ke Bawaslu RI, dia berharap agar formulir C1 dicetak ulang sebagaimana mestinya.

"Mencetaknya jangan pakai uang APBD. Yang menyetujui mencetak itulah yang harus mengganti karena itu keteledoran baik sengaja maupun tak disengaja," tandas dia.

Sekadar diketahui, dalam formulir C1 nama Khofifah-Herman tidak di kolom nomor 4. Hanya ada tiga nama pasangan calon yaitu pasangan nomor urut 1, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), pasangan nomor urut 2, Eggi Sudjana-M Sihat yang maju via independen dan pasangan nomor urut 3 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yaitu Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah.

[noe]

KUMPULAN BERITA
# Pilgub Jatim

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Tak ada biaya Lebaran, ratusan petani di Sragen gadaikan traktor
  • Pilih alat makan yang tepat untuk turunkan berat badan!
  • Iran kembali tangkap tiga jurnalis
  • Courtney Cox - Johnny McDaid gelar resepsi di negara ini
  • Escamol, kaviar serangga ala Meksiko yang sarat gizi
  • Aston Martin Vantage S bertransformasi jadi Super Roadster!
  • H-2 Lebaran, arus lalu lintas di jalur selatan relatif lancar
  • Jelang libur panjang lebaran, konsumsi hotel di Bali meningkat
  • Induk usaha antv raup laba semester I 2014 Rp 165,1 M
  • Dada gadis-gadis Kamerun disetrika agar tidak 'mengundang' pria
  • SHOW MORE