Minta Demokrat dibekukan, PKS dituding pencitraan

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Senin, 13 Mei 2013 04:02




Minta Demokrat dibekukan, PKS dituding pencitraan
Fahri Hamzah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Politikus Partai Demokrat (PD) Achsanul Qosasi meminta agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak membawa nama Demokrat dalam kasus korupsi. Dia menilai, pernyataan Wakil Sekjen PKS yang menyebut Demokrat harusnya dibubarkan lebih dulu ketimbang PKS tidaklah pantas sebagai sesama partai koalisi.

"Demokrat enggak punya urusan dengan masalah PKS, begitu juga sebaliknya. Kita saling menghormati karena kita masih bersama dalam koalisi," jelas Achsanul kepada merdeka.com, Minggu (12/5).

Dia mengatakan, alangkah baiknya apabila PKS menyelesaikan masalah korupsi di partainya tanpa membawa-bawa nama partai berlambang bintang Mercy itu. Karena saat Demokrat dilanda masalah, kata dia, tak satu pun pihaknya membawa nama partai lain.

"PKS sebaiknya menyelesaikan kasusnya sendiri. Jangan bawa-bawa Demokrat. Kita pun akan demikian. Partai Demokrat telah dengan ksatria menghadapi cobaan tanpa membawa-bawa partai lain," imbuhnya.

Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan, dalam kasus korupsi impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, KPK sama sekali tidak bisa di intervensi atau di dikte oleh pihak manapun.

"KPK tidak bisa didikte dan diancam-ancam. Mereka bekerja berdasarkan fakta," tutur dia.

Dia menilai, pernyataan yang terlontar dari Fahri Hamzah adalah sebuah langkah untuk menaikkan citra partai jelang pemilu 2014. "Masing-masing partai punya cara sendiri untuk menaikkan citra," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wasekjen PKS Fahri Hamzah menegaskan, tidak ada aliran uang dari Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq masuk ke PKS. Karena itu, sebagai partai politik yang berbadan hukum tidak bisa dibekukan tanpa dasar bukti yang jelas.

"Adili dulu Partai Demokrat. Dalam persidangan Grup Permai diangkut ke Bandung, sudah ada kesaksian, mobil boks. Sudah bubarin saja dulu Partai Demokrat baru bicara PKS," kata Fahri di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (11/5).

Bahkan dia menyarankan agar KPK membekukan Partai Demokrat karena sudah ada bukti aliran dana. "Kalau Anda mau periksa harus SBY dulu, selesai. Karena uang itu jelas mengalirnya. Semua sekuriti dan saksi sudah jelas," katanya. Dia melanjutkan, "bekukan dulu Partai Demokrat melalui pembiayaan kongres, melalui Nazar dan kawan-kawan."

[mtf]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Martin Hutabarat setuju pilkada langsung asal korupsi berkurang
  • Menag: Jangan sampai WNI banyak studi ke luar negeri
  • KPK kesulitan jelaskan unsur penghinaan di surat protes Anas cs
  • Di penjara, tahanan KPK masih dapat banyak fasilitas
  • Pembahasan revisi UU MD3 deadlock, Menkum HAM lapor ke Jokowi
  • Ini cara Menaker agar buruh tak terus demo minta kenaikan UMP
  • KPK ungkap Wawan tahanan berkocek paling tebal di rutan
  • Unsur penghinaan surat protes Akil dan Anas di rutan nihil
  • Jaksa Agung sesumbar akan lanjutkan semua kasus yang mangkrak
  • Ranking FIFA: Jerman kokoh, Inggris melompat
  • SHOW MORE