Mereka menantang Anas bongkar borok Demokrat

Reporter : Mardani | Selasa, 26 Februari 2013 07:20




Mereka menantang Anas bongkar borok Demokrat
Anas Urbaningrum . ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Anas Urbaningrum resmi mengundurkan diri dari posisi ketua umum Partai Demokrat setelah menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak hanya mundur sebagai ketua umum, Anas juga mundur sebagai kader Partai Demokrat.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2) lalu, Anas menyatakan status tersangka dan pengunduran dirinya dari Demokrat bukanlah akhir dari segalanya. Anas bahkan seakan mengancam akan membuka borok partai besutan SBY itu.

"Saya nyatakan ini baru permulaan, hari ini saya nyatakan ini baru sebuah awal langkah-langkah besar, hari ini saya nyatakan bahwa ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman-halaman berikutnya yang akan kita buka dan baca bersama tentu untuk kebaikan kita bersama," kata Anas.

Maksud dari pernyataan Anas soal halaman baru yang akan diungkapnya seakan terungkap saat Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi membeberkan soal pertemuannya dengan Anas dan Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso di kediaman Anas, Minggu malam.

Yuddy mengaku dalam pertemuan itu Anas berjanji akan menjadi pionir untuk membongkar aliran dana skandal Bank Century senilai Rp 6,7 triliun itu. Tak hanya itu, dalam pertemuan itu Anas juga membeberkan sejumlah rahasia kepada Priyo yang juga merupakan salah satu penggagas Hak Angket Bank Century di DPR. Salah satu data yang dibeberkan Anas kepada Priyo adalah soal siapa penerima aliran dana bailout Bank Century.

"Itu akan menjadi lembaran kedua buat Anas," kata Yuddy kepada wartawan sebelum acara peluncuran situs Internet Partai Hanura, di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/2).

Namun, ancaman Anas ditanggapi santai oleh para elite Demokrat. Mereka justru menantang Anas untuk membongkar aib Demokrat.

"Saya yakin Mas Anas bersifat kenegarawanan, kalau memang ada hal-hal yang tidak baik silakan, kalau ada sesuatu yang dibongkar silakan," kata Wakil Ketua Dewan Pembina sekaligus anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta.

Meski demikian, Marzuki mengaku memahami kondisi psikologi dan perasaan batin yang dirasakan Anas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Kita menghargai apapun tetap kita merasakan situasi kebatinan Mas Anas pada saat dinyatakan sebagai tersangka, kita harus paham, bergejolak, jadi biarkan Anas menenangkan dirinya dulu," jelas Marzuki.

Senada dengan Marzuki Alie, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman juga menantang Anas untuk membongkar borok Demokrat. Hayono mengaku mendukung jika mantan ketua umum PB HMI itu memiliki bukti soal korupsi yang dilakukan kader Demokrat.

"Namun saya mendukung, kalau ada halaman 2 dan halaman 3, kalau Mas Anas punya informasi. Ada yang melakukan korupsi di dalam Partai Demokrat yang diketahui, saya dukung sepenuhnya itu diungkap ke publik. Karena di partai manapun bukan hanya di Partai Demokrat kita menginginkan bebas dari korupsi," kata Hayono Isman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,

Mantan Menpora di era Orde Baru itu menilai Anas sedang galau. Menurutnya, tidak sepantasnya Anas mengancam Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun demikian, dia menilai wajar sikap Anas tersebut. Sebab, menjadi tersangka KPK adalah suatu hal yang tak mengenakan.

"Siapapun dia jadi tersangka itu memang tidak enak. Karena itu saya memaklumi lah ucapan-ucapan yang tidak pas itu disampaikan. Umpamanya ucapan yang menyalahkan orang lain terhadap status tersangkanya Mas Anas," kata Hayono.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun ikut angkat bicara soal 'ancaman' Anas membongkar aib Demokrat. KPK mempersilakan Anas membeberkan Kasus Bank Century.

"Ya silakan saja. Semua data yang dia ketahui selain proyek ini (Hambalang). Silakan untuk disampaikan ke KPK," Kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta.

Publik pun menunggu 'halaman baru' dari 'buku' yang akan dibuka Anas. Kini nyali Anas diuji. Beranikah Anas membuka 'halaman baru' tersebut?

Baca juga:
Ruhut: SBY sudah kantongi nama pengganti Anas
Loyalis: Kami sahabat Anas lahir dan batin
Ini harta kekayaan Anas Urbaningrum yang dilaporkan ke KPK
Anas punya kartu truf aliran dana Century?
5 Simbol perlawanan Anas kepada SBY

[dan]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Kubu Akil Mochtar pesimis bila harus kasasi
  • Lagi, pemuda kulit hitam tewas di Ferguson
  • Lelang jabatan belum selesai, Wamenkeu rangkap Plt Dirjen Pajak
  • Freeport tutupi aksi demonstrasi karyawan
  • Loyalis Ical sebut Presidium Golkar tidak puas hasil Rapimnas
  • Apa isi pertemuan Prabowo dan Ical, ini kata Fadel
  • Boyong 3 Piala Citra, Reza Rahadian dipilih jadi juri 'FFI 2014'
  • Pride And Prejudice terus rajai puncak rating
  • Hadiri rapat di DPR, Menteri Yasonna dicibir habis oleh KMP
  • Akhirnya Jessica Iskandar hadiri sidang pembatalan nikahnya
  • SHOW MORE