Mendagri ungkap lobi RUU Pemilu, ada yang ngotot tak mau berubah
Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo berharap, 5 isu krusial RUU Pemilu yang dikemas dalam 5 paket opsi bisa segera diselesain pada rapat paripurna hari ini. Tujuannya, agar tidak mengganggu tahapan Pemilu serentak 2019 yang akan dimulai 1 Oktober 2017 mendatang.
"Bagi pemerintah, yang penting pemerintah dan DPR mampu segera merumuskan UU disahkan dalam upaya untuk mempercepat KPU mempersiapkan aturan-aturan partai. Supaya tahapan tidak terganggu," kata Tjahjo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).
Tjahjo mengaku, terus berkomunikasi dengan Pansus, dan fraksi-fraksi partai terkait sikap di RUU Pemilu. Meskipun dia mengatakan, saat lobi, ada yang ngotot partai tak mau mengubah sikapnya karena menyangkut kebijakan partai.
"Mudah-mudahan ada kata sepakat, walaupun dari hasil lobi ada yang mengatakan ini prinsip tidak bisa berubah, karena menyangkut strategi partai, menyangkut pertimbangan politik garis kebijakan partai dan sebagainya," terangnya.
Pemerintah telah menyiapkan strategi apabila pengambilan keputusan 5 isu krusial mengalami jalan buntu. Akan tetapi, Tjahjo enggan menyebut strategi yang dipersiapkan.
"Ya pasti ada dong. Opsi pasti ada. Apakah opsi diam juga ada. Makanya nanti kita lihat yang terbaik," jelasnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya