Mendagri didesak tolak qanun Bendera GAM

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Kamis, 28 Maret 2013 10:53




Mendagri didesak tolak qanun Bendera GAM
Bendera GAM. ©REUTERS/Rizky Abdul Manan

Merdeka.com - Pemerintah pusat harus tegas menolak pengesahan qanun 3/2013 tentang Bendara dan Lambang Aceh yang menetapkan Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebagai bendera provinsi.

Menurut anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari , tidak pada tempatnya Provinsi Aceh menggunakan simbol-simbol yang semakin menjauhkan diri dari prinsip-prinsip ber-NKRI, selain hal tersebut di luar kesepakatan Perjanjian Damai Helsinki.

"Sebagaimana pengetahuan umum, GAM bukan representasi dan aspirasi homogen masyarakat Aceh karena faktanya qanun tersebut ditolak oleh ormas, tokoh masyarakat maupun beberapa daerah di Aceh," kata Eva lewat keterangan tertulis, Kamis (28/3).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyesalkan jika Provinsi Aceh justru membuat keputusan yang dapat memicu konflik horisontal di Aceh.

"Kita mengimbau Pemprov fokus pada politik memajukan kesejahteraan rakyat (ECOSOC) daripada mengarahkan energi ke politik identitas (SIPOL) yang memicu konflik karena harusnya dalam koridor 4 pilar MPR," ujarnya.

Eva mengatakan, pihaknya menghargai respons cepat dari Kemendagri yang menyatakan keberatan atas qanun tersebut. Karena itu, Mendagri juga diharapkan secepatnya menolak pengesahan dan pemberlakuan qanun 3/2013 tersebut.

"Pemerintah pusat harus tegas bertindak untuk memastikan tidak membiarkan manuver-manuver politik daerah yang dapat dijadikan preseden pelemahan konsolidasi demokrasi," ujarnya.

Kepada Pemprov Aceh, Eva mengharapkan untuk menarik qanun tersebut dan mengajukan alternatif bendera propinsi lain yang mendukung persatuan internal sekaligus didukung masyarakat di luar Aceh.

"Kita mengharapkan Pemprov menunjukkan kepemimpinan yang memperkuat konsensus empat pilar sebagai orientasi pembangunan demokrasi di Aceh," tutupnya.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Bendera Aceh# GAM

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • KAI catat 5,5 juta orang tahun ini pilih mudik naik kereta
  • Begini cara Brooklyn Beckham tunjukan sayang ke Chloe Moretz
  • Din: Yang menang jangan mentang-mentang, yang kalah jangan marah
  • JK santai kubu Prabowo tak nyerah gugat putusan KPU
  • RuangGuru, startup yang bergerak di bidang pendidikan online
  • Ini tanggapan kubu Prabowo soal keputusan beda antara MK & DKPP
  • ISIS masih tahan dua warga Amerika di Suriah
  • DKPP: Pertemuan Hadar Gumay dan Trimedya hanya 'say hello'
  • Curiga keterangan titipan Nazaruddin, saksi dibentak hakim
  • Ahok: Ini hari spesial yang menakutkan bagi PNS DKI
  • SHOW MORE