Kejanggalan putusan MK terkait Pemilu serentak

Reporter : Hery H Winarno | Jumat, 24 Januari 2014 05:01




Kejanggalan putusan MK terkait Pemilu serentak
effendi gazali saat uji materi uu pilpres. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan Effendi Ghazali terkait Pemilu serentak terus menjadi perdebatan. Banyak yang mengapresiasi lantaran putusan ini dinilai bijaksana.

Namun sejumlah kejanggalan juga menjadi perdebatan dalam putusan yang dinyatakan baru berlaku pada tahun 2019 ini. Keputusan MK yang mengabulkan gugatan pemohon agar Pemilu digelar serentak namun dimulai pada Tahun 2019 dinilai janggal.

Tak hanya itu, putusan ini ternyata juga diambil di era Mahfud MD , Akil Mochtar dan Achmad Sodiki masih jadi hakim konstitusi. Apa keanehan lain dari putusan yang dibacakan oleh Hamdan Zoelva tersebut?

Berikut empat keanehan putusan MK terkait Pemilu serentak tersebut:

[ded]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






 

Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Usai disumpah jadi ketua DPR, Setya diberi palu oleh Ceu Popong
  • Setya Novanto resmi jadi ketua DPR 2014-2019
  • Puan: Saya diutus Mega bertemu SBY, cuma Tuhan berkehendak lain
  • Kisah pilu bocah 6 tahun peluk jasad Ibu yang dibunuh bapaknya
  • Pemilihan pimpinan DPR, dua politikus Golkar juga walk out
  • Review: Liverpool Tumbang di Tangan Basel
  • Review: Madrid susah payah jinakkan Ludogorets
  • Review: Hattrick Welbeck menangkan 10 pemain Arsenal
  • 8 Posisi oral seks dahsyat untuk raih puncak kenikmatan
  • Ibas: Pemilihan pimpinan DPR sangat demokratis
  • SHOW MORE