Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya Kamis pekan lalu menetapkan mantan Presiden Partai Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus impor daging sapi. Keputusan ini muncul selepas KPK menangkap Ahmad Fatanah mengaku sebagai teman dekat tersangka.
Entah seberapa dekat hubungan keduanya. Yang pasti, menurut sumber merdeka.com, Luthfi memang mengenal Ahmad. Ceritanya begini.
Setelah belajar bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pendidikan Islam dan Arab (LIPIA) di Jakarta, Ahmad, putra seorang ulama ternama di Sulawesi Selatan, ingin melanjutkan sekolah ke Arab Saudi. Pihak LIPIA meminta Fatanah, akrab disapa Olong, mencari rekomendasi dari mahasiswa Indonesia sedang kuliah di Negeri Dua Kota Suci itu.
Singkat cerita, Olong memperoleh rekomendasi dari Luthfi yang sedang kuliah di Fakultas Ushuluddin, Universitas Ibnu Saud, Ibu Kota Riyadh, Saudi. Dari sanalah pertemanan mereka berawal. Sumber yang sama mengaku heran kenapa Luthfi mau berteman dengan Olong yang suka mencatut. "Luthfi juga pernah ditipu," katanya akhir pekan lalu.
Meski begitu, dia mengakui Olong lihai dan memiliki koneksi luas. Luthfi juga pernah merasakan kehebatan lobi Olong. Ketika itu, rombongan PKS berkunjung ke Sulawesi Selatan dengan agenda bertemu gubernur dan kepala kepolisian daerah. Sesampainya di sana, agenda itu batal dengan alasan kedua pejabat itu sangat sibuk.
Luthfi akhirnya menghubungi Olong. "Kurang dari setengah jam, gubernur, dan kapolda bisa ditemui," ujarnya.
Fraksi PKS rapat bahas calon pengganti Anis Matta
Hidayat: Serangan Yusuf Supendi tak mempan buat PKS
Datangi KPK, politikus PKS minta izin jenguk Luthfi
5 Langkah PKS sucikan diri
Yusuf Supendi sebut PKS kumpulan orang tukang kawin
4 Pantun Tifatul soal nasib koalisi PKS dengan SBY
BLSM Rp 150 ribu sebulan, orang miskin bisa beli apa?
Fahri Hamzah sindir guru yang buat soal dari kasus Luthfi
Ahmad Yani melempem, tak seberani Gus Choi dan Lily Wahid
Jokowi: Soal capres, tanya Ibu Mega
PDI Perjuangan larang kader ikut demo BBM
Pilwakot Bandung, calon PKS kembali unggul di survei Unpad
Kenaikan BBM bikin DPP dan Majelis Syuro PKS pecah?
Ini pesan Presiden SBY kepada para capres
Dilarang DPP, kader PDI Perjuangan nekat demo kenaikan BBM