Advertorial

Kampanye terbuka, PAN DIY kerahkan massa besar-besaran di Bantul

Reporter : Anwar Khumaini | Jumat, 21 Maret 2014 11:33




Kampanye terbuka, PAN DIY kerahkan massa besar-besaran di Bantul
Kampanye PAN. ©2014 Merdeka.com/Chandra

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta hanya akan menggelar rapat umum dengan mengerahkan massa yang besar satu kali dalam massa kampanye terbuka dengan juru kampanye berskala nasional di wilayah ini.

Ketua DPW PAN DIY Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan secara optimal memanfaatkan hak kampanye terbuka dengan pengerahan massa pada 29 Maret di Kabupaten Bantul.

"Kami berharap semua pihak untuk mengawali dan mengakhiri kampanye dengan rukun. Kami juga hanya menggunakan satu kali yang akan dilaksanakan di Bantul," kata Immawan seperti ditulis Antara.

Dia mengatakan, rapat terbuka dengan mengundang massa yang besar di lapangan pengaruhnya sangat kecil, dibandingkan dengan mendatangi langsung dengan aksi nyata. Masyarakat bisa merasakan langsung aksi dari caleg.

"Orang itu jika didatangi akan merasa senang jika dibandingkan dengan rapat umum," katanya.

Selain tidak efektif, menurut Immawan, rapat terbuka mengganggu masyarakat karena menambah keruwetan lalu lintas. "Kami tidak ingin mengganggu masyarakat," kata Wakil Bupati Gunung Kidul ini.

Disinggung mengenai adanya oknum masyarakat yang meminta uang dari caleg jika meminta dukungan, Immawan mengatakan sebagian besar masyarakat masih bisa berpikir logis dan tidak mau dibeli dengan uang.

"Sebagian besar masyarakat masih terbuka dengan partai atau caleg yang datang dengan visi misi jelas," kata Immawan.

Hal yang dilakukan caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Ari Budi Wahyuni menggunakan cara unik untuk menarik simpati masyarakat.

Ari Budi menggunakan rapat umum tetapi memilih membagikan surat cinta dan dompet wanita.

Ditemani beberapa petani wanita, Ari memilih menemui calon konstituennya di lampu pengatur lalu lintas Kota Wonosari membagikan surat cinta yang berisi pendidikan politik kepada masyarakat.

Melalui surat tersebut membagikan gagasan mengenai sebuah kebijakan baru, berkaitan dengan perjuangan warga di desa seperti Gunung Kidul.

"Pertumbuhan harus dimulai dari desa, untuk itu perlu adanya kebijakan bagi wong cilik," kata Ari.

Selain itu filosofi dompet wanita ialah meningkatkan derajat perempuan, pasalnya sebagian masyarakat masih menganggap wanita belum mampu berbuat untuk pembangunan.

"Kami membuktikan jika wanita mampu ikut berjuang menyejahterakan rakyat," katanya.

Selain melakukan pembagian surat cinta, ibu dua anak ini melanjutkan kunjungan ke Pasar Tradisional Argosari Wonosari. Di tempat ini, Ari meminta dukungan dari para pedagang.

"Kita tahu saat ini pasar tradisional terus terdesak pasar modern. Untuk itu, perlu kebijakan nasional untuk melindungi pasar tradisional yang lebih nyata," kata dia.

[war]

Advertorial/Reportorial adalah layanan merdeka.com untuk membantu instansi pemerintah, organisasi masyarakat, atau perusahaan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca merdeka.com. Naskah, foto dan video disusun oleh tim merdeka sesuai kondisi lapangan. Apabila ada saran dan masukan, silakan hubungi kami.

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT
Serangan-serangan ke komisioner KPU
Ruhut anggap percuma Prabowo gugat hasil pilpres ke MK
5 Atlet wanita cantik ini sukses hebohkan dunia maya
Segera mundur, Jokowi pesan ke Ahok jadikan DKI provinsi ideal

5 Foto Berwarna Pertama Di Dunia


Mummys Path

Anggota parlemen India paksa pria muslim makan saat puasa
4 Makhluk halus ini disebut bisa dipelihara
Ini 5 kejanggalan di TPS saat Pilpres versi kubu Prabowo
Kondisi hancur TransAsia Airways pasca-tabrak gedung di Taiwan

Lima Bocah Penguasa 'Dunia' Komputer


Hot Rods

4 Kasus foto PNS bugil yang gegerkan
5 Cerita Jokowi kembali jadi Gubernur DKI
Pemberhentian mendadak jenderal si pencium tangan
Cium kecurangan, politikus Demokrat ini dukung Pansus Pilpres

Himax Polymer Octa Core dengan Harga Super Low


Control Craft Modern War

4 Kisah unik di balik pidato kemenangan Jokowi di Kapal Pinisi
5 Pembelaan kubu Prabowo koalisi tetap solid
Aksi Ahok dan KPK sidak KIR di Jakarta
Ini susunan kabinet Jokowi-Jusuf Kalla versi Indo Barometer
Mulai kapan Jokowi berhak dikawal Paspampres
2 Hari setelah pidato penolakan Prabowo, Hatta belum juga muncul
PDIP: Kabinet akan diisi orang satu tipe dengan Jokowi-JK
Kubu Prabowo tuding bukti kecurangan pemilu dihilangkan
Abraham: Usut BLBI, KPK tak takut panggil Megawati
Ini polling susunan kabinet Jokowi-JK versi Jokowi Center
Kubu Prabowo-Hatta: 10 Truk bukti akan kita bawa ke MK
Ini program prioritas Ahok jadi Gubernur DKI
Pesawat Aljazair Air hilang dari radar
Ini 5 smartphone Android murah untuk berfoto saat lebaran
iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Usut korupsi haji, KPK mau panggil Melani Leimena
  • Hampir sepertiga penduduk bumi miskin
  • Di DPP PKS, Prabowo lontarkan candaan mau bikin band
  • Mantan Kepala Bappebti sempat coba-coba menyogok KPK
  • Google Now kalahkan Siri untuk urusan akurasi
  • [Foto] Ini bocoran 'The Hobbit: The Battle of Five Armies'
  • Abraham: Usut BLBI, KPK tak takut panggil Megawati
  • Setelah jadi presiden, Jokowi jadikan Jakarta kota percontohan
  • Semester I 2014, dana nasabah BNI tembus Rp 314 triliun
  • Masuk bursa kabinet Jokowi-JK, ini komentar Abraham Samad
  • SHOW MORE