Jokowi vs Prabowo, siapa menang?

Reporter : Iqbal Fadil | Jumat, 31 Mei 2013 06:03




Jokowi vs Prabowo, siapa menang?
Jokowi dan Prabowo. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Survei demi survei calon presiden 2014 yang dilakukan berbagai lembaga, selalu menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di urutan teratas sebagai calon presiden alternatif yang diinginkan rakyat. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto rupanya mulai terusik dengan fakta itu. Meski begitu dia menyatakan tidak takut berhadapan dengan Jokowi dan memastikan maju di Capres 2014 nanti.

"Survei bisa saja begitu. Tapi rakyat yang akan memutuskan. Saya akan tetap maju. Masa enggak maju kalau dukungan rakyat. Kita semua berdasarkan dukungan rakyat. (Komunikasi politik) masih jalan terus," tegas Prabowo saat menghadiri seminar nasional memperingati hari kebangkitan nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (30/5).

Prabowo menjelaskan hubungan Partai Gerindra dengan parpol lainnya dinamis, termasuk dengan PDIP. Menurut dia, tak menutup kemungkinan nanti di Pemilu 2014 Partai Gerindra kembali berkoalisi dengan PDIP. Namun bisa juga sebaliknya, tidak berkoalisi.

Mengacu pada dua survei terakhir, Jokowi dan Prabowo memang berada di urutan teratas. Misalnya hasil survei Tim Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini menunjukkan Joko Widodo sebagai capres dengan tingkat elektabilitas tertinggi. Sebanyak 21,2 persen responden memilih Jokowi disusul Prabowo dengan 17,1 persen.

Dari 13 nama yang dipamerkan sebagai tokoh potensial capres 2014, Jokowi tetap menduduki urutan pertama dengan 21,2 persen. "Prabowo 18,4 persen, Megawati 13,0 persen, Rhoma 10,4 persen, Aburizal Bakrie 9,3 persen, Jusuf Kalla 7,8 persen, dan Wiranto 3,5 persen," jelas Didik J Rachbini di Jakarta, Rabu (6/2).

Sementara hasil survei terakhir yang dirilis Center for Strategic and International Studies (CSIS) juga mengukuhkan fenomena itu. Jokowi (28,6 persen), Prabowo Subianto (15,6 persen), Aburizal Bakrie (7 persen), Megawati (5,4 persen) dan Jusuf Kalla (3,7 persen).

Meski begitu peneliti CSIS Philip J Vermonte mengatakan, hasil survei itu bukan fenomena Jokowi semata. "Melainkan bahwa masyarakat Indonesia benar-benar mengharapkan calon pemimpin alternatif, yaitu Jokowi atau calon alternatif lain," ujarnya, Minggu (26/5).

Hal itu diamini peneliti senior CSIS J Kristiadi. Kemunculan Jokowi dinilai bertepatan dengan momentum pencarian tokoh capres alternatif, terlepas dari opini bahwa mantan wali kota Solo itu baru menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lebih dari separuh responden (53,9 persen) menyatakan setuju jika Jokowi maju sebagai kandidat capres meskipun masih menjabat sebagai Gubernur. "Kesulitan Jokowi untuk mendapatkan dukungan partai masih dipersoalkan, tetapi kalau tingkat elektabilitasnya mencapai 50 persen pasti dia akan diperebutkan oleh partai-partai," kata Kristiadi dalam kesempatan yang sama.

Terkait berbagai hasil survei itu, pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto menyatakan, saat ini, satu-satunya tokoh yang memiliki nilai jual paling tinggi untuk menjadi capres adalah Jokowi .

'Fenomena Jokowi ' unggulnya Jokowi dalam berbagai survei itu tentu saja memperlihatkan konsistensi opini publik. Dan dalam satu titik, puncaknya akan menjadi tren masyarakat. "Survei itu merupakan pendekatan scientific untuk menggambarkan opini publik," ujarnya.

"Kalau Jokowi maju nyapres tentu saja dia akan mengungguli Prabowo. Dan Prabowo saat ini sangat memperhitungkan Jokowi sebagai pesaing kuat. Jokowi itu pemimpin populis yang menjadi ekspektasi publik. Meski ada opini negatif, baru sebentar jadi gubernur, kalau dia mau gambling ini dan maju pencapresan 2014, peluang ada. Dan bisa saja nanti PDIP di saat-saat injury time malah mencalonkan Jokowi ." imbuh Gun Gun.

Masalahnya, lanjut Gun Gun, Jokowi belum tentu mau maju walaupun godaan sangat besar. "Saya setuju dengan pendapat Jokowi tidak nyapres di 2014. Bukan soal terlalu cepat menjadi gubernur dan dia belum membuktikan apa-apa selama memimpin Jakarta, tapi ini soal investasi calon pemimpin berkualitas dan populis di masa depan. Kalau dia bersabar menunggu 2019, tentu modal sosialnya lebih besar lagi," pungkasnya.

Baca juga:
Andai menang, mungkinkah gaya Prabowo mirip Soeharto?
Jokowi: Saya bosan ditanya capres
Prabowo siap lawan Jokowi di Pilpres 2014
Pilih calon terbaik untuk presiden Indonesia di RI1.tv
Prabowo: Jika masih hidup, Pak Harto terpilih presiden 2014

[bal]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Wih! para bintang AADC ke korea, untuk bikin proyek rahasia
  • Macam-macam ritual yang digelar memperingati malam satu suro
  • Chris - Gwyneth mesra lagi, Jennifer Lawrence pasang muka jutek
  • Jelang Halloween, patung Liberty bakal 'pakai' baju
  • Film 'Malam Satu Suro' Suzanna yang melegenda
  • Cerita video mesum 'Anak Ciwaru' yang gegerkan Sukabumi
  • Curhatan Taeyeon dan Tiffany, tak suka sendiri
  • 5 Kisah kedekatan dan sepak terjang Prabowo di Kopassus
  • Per 1 November, BBM naik jadi Rp 9.500 per liter!
  • Kendall Jenner tetap seksi walau pakai baju tertutup, mau bukti?
  • SHOW MORE