Merdeka.com tersedia di Google Play


Jokowi-Prananda, serius sebagai alternatif

Reporter : Laurencius Simanjuntak | Kamis, 5 September 2013 11:39


Jokowi-Prananda, serius sebagai alternatif
Jokowi-Prananda. ©2013 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Kedatangan Prananda Prabowo sore itu ke rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) tadinya hanya untuk keperluan radio. Sekitar sepekan sebelum Lebaran Agustus lalu, anak kedua Megawati Soekarnoputri itu cuma ingin meminta suara Jokowi untuk keperluan ucapan selamat Lebaran di stasiun radio milikinya.

"Namun karena baju Mas Prananda dan Jokowi sama-sama putih, jadinya difoto bareng," ujar sumber di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tempat Jokowi dan Prananda bernanung, kepada merdeka.com, Kamis (5/9).

Foto Jokowi -Prananda berbaju lengan panjang putih itu akhirnya meluas dari display picture BlackBerry Messenger (BBM) ke BBM yang lain. Berawal dari iseng, foto itu akhirnya sempat membuat heboh internal PDIP karena diinterpretasikan sebagai salah satu opsi pasangan di Pilpres 2014.

"Memang ini keisengan yang bikin heboh," kata sumber tersebut.

Kehebohan gara-gara foto itu tidak berlebihan mengingat PDIP belum memutuskan siapa capres-cawapres yang akan diusung di 2014. Terlebih, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah beberapa kali mengisyaratkan tidak akan nyapres lagi, setelah kalah dua kali di Pilpres 2004 dan 2009.

"Bahkan sebagai alternatif opsi tersebut dianggap cukup serius," kata sumber tersebut.

Sebagian kader menganggap Jokowi dan Prananda pas sebagai perpaduan pemimpin muda yang ideologis. Jokowi memiliki elektabilitas tinggi, sementara Prananda bisa menjawab keinginan sebagian kader akan kelanjutan trah Bung Karno.

Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengakui sulit untuk melepaskan trah Bung Karno dari kepemimpinan di partai maupun secara nasional.

"Hadirnya trah Soekarno dalam politik tetap memiliki ruang yang besar dalam benak dan hati rakyat. Lebih-lebih jika trah Bung Karno tersebut hadir dengan kemampuan membangkitkan harapan dan mengobarkan kembali martabat dan harga diri rakyat, melalui kerja kongkret di lapangan," ujar Hasto.

Antara Jokowi dan Prananda juga bukan tidak ada komunikasi. Menurut sumber, Prananda adalah orang di balik pencalonan Jokowi di Pilgub DKI. Bahkan, pria 43 tahun itu berani menentang opsi ayah tirinya mendiang Taufiq Kiemas yang ingin mencalonkan Fauzi Bowo (Foke).

"Bahkan dia (Prananda) mengancam mundur dari partai, jika bukan Jokowi yang dimajukan. Prananda jadi garansi politik Jokowi ," ujar sumber tersebut.

"Jadi kalau disebut Prabowo yang mendorong Jokowi , ya mungkin maksudnya Prananda Prabowo," kata sumber tadi sambil tertawa.

Pernah membantu Jokowi dalam pemenangan Pilgub DKI, hubungan Prananda dengan mantan Wali Kota Solo itu semakin dekat. Bahkan, Jokowi pernah memuji Prananda sebagai anak muda yang berpotensi.

"Menurut saya dia punya kemampuan besar yang belum...saya nggak tahu, menurut saya punya potensi," kata Jokowi di Balaikota Juni lalu.

Jokowi mengenal Prananda sebagai sosok pendiam. "Pribadi pendiam tapi masalah IT-nya kuat. Pengorganisasiannya detail. Orang yang paling menonjol dekat dengan siapa pun, rakyat, tidak beda-bedain," puji Jokowi .

Dalam komunikasi via BBM dengan merdeka.com, Prananda memang terkesan sebagai pribadi hanya hangat dan humoris. Dia bahkan rela meluangkan waktu untuk berdiskusi panjang lebar lewat aplikasi chatting ponsel pintar. Namun, jika diskusi sudah menyerempet soal politik, dia agak lama membalas dan hanya melempar ikon senyum. Banyak diskusi lewat BBM dengan merdeka.com yang diwanti-wanti olehnya sebagai 'off the record'.

Pernah suatu hari merdeka.com mengajak bertemu untuk diskusi, namun Prananda lebih dulu mewanti-wanti, agar awak merdeka.com datang sebagai pribadi, bukan sebagai wartawan. Sampai kini rencana pertemuan tak kunjung terealisasi karena kesibukannya, meski komunikasi jarak jauh cukup lancar.

Orang dekat Prananda mengatakan, rekannya itu sengaja tidak mau bicara politik ke publik agar keadaan tidak tambah ruwet. "Sekarang saja sudah hiruk pikuk, kalau beliau bicara lagi, apa nggak tambah ruwet?" ujarnya.

Dalam sebuah kicauan di Twitter, Prananda pernah mengatakan politik bukan hanya urusan tampil menampil saja. "Politik itu bisa dilakukan di mana saja, semampu kita. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memahami dan mengerti hakikat dasar kehidupan berpolitik," ujar Prananda.

Namun di balik irit bicaranya, kata sumber itu, Prananda adalah orang yang percaya diri. Bahkan Prananda disebut tidak alergi dengan wacana pencalonan dirinya bersama dengan Jokowi di 2014. "Dia punya kepercayaan diri yang tinggi," ujar sumber itu yang memuji kecerdasan Prananda.

Soal Prananda yang mulai digadang-gadang, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menilai hal itu sah-sah saja. Namun, kata adik tiri Prananda itu, semua keputusan soal pencapresan ada di tangan Megawati sebagai ketua umum.

"Siapa saja nama yang akan dimunculkan sebagai wacana buat saya sah-sah saja, kan kami pahami bahwa keputusannya nanti ada di Ketua Umum," ujar Puan kemarin.

[ren]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Capres Jokowi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Capres Jokowi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Ketahuan mabuk sambil menyopir, SIM Gil Leessang dicabut!
  • Dahlan sayangkan keputusan SBY tunda akuisisi BTN oleh Mandiri
  • Mukernas cari cara kembalikan SDA ke posisi ketua umum PPP
  • Korupsi Rp 4,7 M, eks Kasatpol PP Sumut dituntut 3 tahun bui
  • Terdakwa kasus korupsi menangis tersedu di ruang sidang Tipikor
  • Anak usaha Garuda Indonesia bangun hotel Rp 115 M di Surabaya
  • Foto selfie picu gangguan makan?
  • PDIP rajai perolehan suara pileg di Solo
  • Emron sindir dua menteri kader PPP tak hadir di Mukernas
  • Inilah alasan Cameron Diaz enggan berkomitmen
  • SHOW MORE