Jelang Rakernas II, kantor DPD PDIP Jatim dipermasalahkan

Reporter : Moch. Andriansyah | Kamis, 11 Oktober 2012 14:40




Jelang Rakernas II, kantor DPD PDIP Jatim dipermasalahkan
kampanye PDIP dihadiri Megawati Soekarnoputri. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang pelaksanaan Rakernas II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 12-14 Oktober besok, sejumlah persoalan masih mengganjal. Salah satunya adalah sengketa kepemilikan kantor DPD PDIP Jawa Timur.

Kantor yang terletak di Jalan Kendangsari 57, Surabaya itu masih diperebutkan. Ada yang mengklaim, kantor itu milik mantan Ketua DPD PDI Jawa Timur pro Soerjadi, Jimmy Haryanto.

"Kantor itu kalau memang mau dimiliki PDIP Jatim, ya harus dibeli atau disewa agar statusnya jelas. Ini karena kantor sudah ada yang menawar Rp 20 miliar. Kalau tidak, akan melanggar ketentuan Undang Undang No 8 tahun 2012, tentang verifikasi Parpol yang menyatakan parpol harus memiliki kantor atau sekretariat sah," kata mantan Wakil Sekertaris DPC PDIP Surabaya tahun 1996-2000, Zulfi Azwan saat melakukan aksi di di Taman Bungkul, Surabaya, Kamis (11/10).

Selain itu, pihaknya juga meminta hak atas tanah dan Gedung DPD PDIP Jawa Timur, jika memang terjadi jual beli kepada siapapun. "Saat pengambilalihan kantor pada 1997, kami atas nama pejuang dan pelaku sejarah PDIP Surabaya dengan berbagai pengorbanan tanpa mempedulikan nyawa. Apalagi, ketika itu kami dihadang sekelompok orang yang berpakaian preman dan memegang celurit," sahut Suwari, mantan Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya 2000-2005.

Untuk itu, jelang Rakernas II yang bakal digelar di Pakuwon City, Surabaya, sekelompok orang yang menyebut dirinya Tim Aksi' 96 itu, mendesak pengurus jajaran mulai DPP PDIP hingga DPD PDIP Jawa Timur, mengembalikan aset tersebut, karena secara hukum bukan miliknya.

"Momentum rakernas ini, memang sangat tepat untuk menyuarakan aspirasi kami, karena dihadiri Ibu Megawati. Kami tidak akan menghambat rakernas, tapi kami akan sangat menyayangkan kalau nanti PDIP ternyata gagal mengikuti Pemilu 2014, karena terkendala masalah ini," kata Zulfi lagi.

Tanah dan Gedung DPD PDIP Jawa Timur, sesuai sertifikat Nomor B. 8745143, masih atas nama Jimmy Haryanto dengan Akta Jual Beli di Pejabat Pembuat Akta Tanah, Noor Irawati SH tertanggal 20 Desember 1996, Nomor 2603/256/Rungkut/1996, serta tanggal pencatatan 7 Agustus 1997, Nomor Daftar: 2499418798/III/2/1997.

Dalam surat tersebut, menyebut bahwa Jimmy membeli gedung yang kini digunakan sebagai Kantor DPD PDIP itu, dari pemilik aslinya bernama Santoso Yusuf. "Kami juga mempertanyakan ketika PDIP Jatim menyerahkan berkas verifikasi Parpol ke KPU Jatim. Apa status Gedung DPD PDIP Jatim itu? Kalau mereka bilang itu hak miliknya, itu jelas kebohongan besar. Ini sangat bahaya bagi caleg dari PDIP Jatim," tegas Zulfi.

Jika suara mereka tidak didengar, mereka mengancam akan menggelar aksi protes kedua ketika Rakernas II PDIP dibuka oleh Ketua Umum PDIP, Megawati, pada Jumat (12/10) besok.

[has]

KUMPULAN BERITA
# PDIP# Rakernas PDIP

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Berjubah mewah di Madinah, Syahrini malah dikira tenda pramuka
  • Sukses jaga stabilitas harga, ekonom minta pemerintah tak lengah
  • Leeteuk kembali, giliran Shindong siap wajib militer
  • Suasana Lebaran warga Riau terganggu akibat kebakaran hutan
  • Wanita di Pakistan dibunuh terkait kasus penghujatan di Facebook
  • Ternyata ini film impian Olga Syahputra
  • Welcome back, Leeteuk resmi akhiri wajib militer!
  • Cleverley siap eksploitasi kelemahan Vidic
  • Tabrakan banana boat, 2 wisatawan Pantai Tanjung Karang tewas
  • Jokowi tak mau asal pilih menteri ESDM dan Pertanian
  • SHOW MORE