Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang paripurna putusan RUU Pemilu, Ketum PAN lobi petinggi partai

Jelang paripurna putusan RUU Pemilu, Ketum PAN lobi petinggi partai Zulkifli Hasan temui Setya Novanto di DPP Golkar. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku akan turun langsung berkomunikasi dengan pimpinan partai politik jelang pengambilan keputusan isu krusial RUU Pemilu pada Kamis, (20/7) besok. Komunikasi akan terus dilakukan agar pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat.

"Saya mencoba terakhir ini kan biasanya fraksi yang sering berkomunikasi. Tapi saya juga sering menyampaikan ke para pimpinan politik untuk usahakan musyawarah mufakat jangan menang-menangan antar kita," kata Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/7).

Dari 5 isu krusial, isu ambang batas pencalonan presiden menjadi yang paling alot dibahas. Zulkifli meminta isu tersebut lebih baik dimusyawarahkan ketimbang voting. PAN sendiri telah menyatakan sikap ambang batas pencalonan presiden di angka 0 persen.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu melanjutkan, jika keputusan diambil melalui sistem musyawarah, PAN akan mengikuti apa saja hasil yang disepakati.

"Lebih baik ini dimusyawarahkan ya, kalau hasil musyawarah apapun hasilnya kami akan tetap ikut. Saya meminta juga kepada Fraksi untuk mengusahakan musyawarah," tutupnya.

Demokrat, PAN, Gerindra dan PKS ingin presidential threshold dihapuskan. Sementara PKB ingin ambang batas capres di angkat 10-15 persen.

Di sisi lain, PDIP, NasDem, Golkar, Hanura dan PPP tetap pada pendirian ingin ambang batas capres 20-25 persen.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP