Abhisit berpidato di televisi nasional yang ditayangkan secara langsung pada sekitar pukul 12:00 waktu setempat.
Dia mengatakan, pemerintah Thailand minta maaf bahwa para pemrotes anti-pemerintah telah menyerbu Rumah Sakit Chulalongkorn pada Kamis malam.
Dia mengatakan, pemrotes anti-pemerintah telah menimbulkan penderitaan dan mengintimidasi rakyat di sekitar tempat-tempat demonstrasi mereka.
Pusat untuk Pemecahan Situasi Darurat (CRES) dan pihak berwenang yang terlibat membahas perlunya mencegah aksi-aksi pemrotes mengintimidasi rakyat lagi, katanya.
Pada saat yang sama, pos-pos pemeriksaan pemerintah didirikan di sekitar lokasi unjukrasa, untuk memblokade orang-orang yang akan bergabung dalam protes yang terbukti lebih efektif, kata perdana menteri.
Rumah sakit Chulalongkorn, yang letaknya tak jauh dari kubu utama demonstrasi anti-pemerintah, adalah berlokasi di tengah ibu kota Bangkok.
Unjukrasa Baju Merah anti-pemerintah telah berlangsung sejak 12 Maret, dan mereka kini berkumpul di Perempatan Rathchaprasong - sebagai pusat lokasi unjukrasa mereka.
Mereka meminta Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva untuk segera membubarkan Majelis Rendah Parlemen, dan menyelenggarakan pemilihan umum baru.
Mereka berpendapat bahwa pembubaran Majelis adalah sebagai solusi satu-satunya untuk mengatasi konflik politik yang terus berlangsung.
Namun, pada saat yang sama, warga Thailand yang mengenakan baju berbagai warna, yang menentang pembubaran Majelis Rendah makin meningkat. (ant/rit)
4 Jenderal purnawirawan ini kritik kepemimpinan SBY
Pendiri PK ramai-ramai serang PKS
PKS tak gubris omongan Mashadi soal pembubaran partai
Jadi jurkam Pilkada PDIP, pamor Jokowi semakin melempem
Menang Pilwalkot dramatis, Romi minta warga Palembang damai
PKS diterpa kasus korupsi, Anis Matta cs datangi PP Muhammadiyah
Anis Matta masa bodoh kritik yang minta PKS dibubarkan
Rustriningsih belum tentukan dukungan di Pilgub Jateng
Politikus PDIP minta KPK periksa SBY dalam kasus Century
Gagal dapat mobil dinas baru, Aher siap naik becak