Dalam kunjungannya, Reid akan mengadakan pembicaraan dengan Menhan Afghanistan Rahim Wardak, Presiden Hamid Karzai dan komandan tentara penjaga perdamaian Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin-NATO dan pasukan terpisah pimpinan-AS yang mengejar Taliban dan gerilyawan sekutunya.
Inggris akan menerima komando ISAF Mei depan, ketika Korps Reaksi Cepat Sekutu akan dikerahkan, dan akan berada di garis terdepan dari perluasan pasukan NATO yang direncanakan ke selatan, tempat Taliban dan gerilyawan sekutunya sangat aktif.
Pasukan Inggris diperkirakan akan mendirikan markas di provinsi Helmand, bergabung dengan pasukan Kanada, AS dan akhirnya tentara Belanda, dan juga sejumlah (pasukan) kecil dari negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lainnya.
Bagaimanapun, peran tepatnya tentara itu masih belum tentu karena anggota NATO Perancis, Spanyol dan Jerman menolak permintaan AS agar tentara ISAF mengambil peran tempur terhadap gerilyawan, sementara Inggris mendukung sikap Washington.
Sekjen NATO Jaap de Hoop Scheffer akan tiba di Afghanistan untuk pembicaraan itu Selasa sebagai kepala delegasi Dewan Atlantik Utara, badan pembuatan-kebijakan politik penting aliani itu.
Inggris memiliki lebih dari 800 personil militer di Afghanistan, yang bertugas bersama ISAF yang memiliki 12.400 tentara dan pasukan pimpinan AS yang berkekuatan 20.000 tentara.
Pasukan Inggris mencakup tentara Gurkha Nepal yang dipimpin-Inggris di Kabul dan pesawat perang Harrier Angkatan Udara Kerajaan di kota Kandahar di Afghanistan selatan, dan juga tentara yang bertugas dengan Tim Pembangunan Kembali Provinsi di kota Mazar-i-Sharif di utara.
Reid menemui tentara Gurkha di Kabul dan memuji upaya mereka untuk membantu menjaga keamanan.
Kunjungannya itu tiba dua hari setelah seorang pembom bunuh diri yang mengenakan seragam letnan angkatan darat Afghanistan membenturkan sepeda motornya ke konvoi bis yang membawa tentara Afghanistan tidak jauh dari markas Inggris, yang menewaskan dirinya dan sembilan orang lainnya.
Taliban, yang gagal menggelincirkan pemilihan penting 18 September, mengaku bertanggungjawab atas ledakan bunuh diri Rabu dan mengatakan 45 pembom lebih sedang menunggu perintah untuk menyerang pasukan asing, dengan tentara AS dan Inggris sebagai sasaran utama.
Lebih dari 1.000 orang, sebagian besar dari mereka gerilyawan tewas sejauh ini tahun ini dalam periode paling berdarah sejak pasukan pimpinan-AS mengusir Taliban karena menolak menyerahkan pemimpin al-Qaidah Osama bin Laden, yang dianggap oleh AS sebagai dalang serangan 11 September 2001 di kota AS.
Mereka yang tewas itu termasuk lebih dari 50 tentara AS yang tewas dalam pertempuran, periode paling berdarah sejauh ini bagi pasukan AS di negara tersebut. (*/bun)
Pasang Fahri di Komisi III DPR, PKS siap perang lawan KPK?
Saksi sebut pasangan Bambang-Sukamta lakukan kecurangan
Lemhannas akan gembleng calon presiden dan DPR
Ruhut: Jokowi pedagang mebel mau jadi presiden, belum levelnya
4 Jenderal purnawirawan ini kritik kepemimpinan SBY
Pendiri PK: Dulu Anis dan Hilmi miskin sekarang kaya raya
Pendiri PK ramai-ramai serang PKS
PDIP merasa hadapi Orde Baru jilid II di Pilgub Bali
Pendiri PK minta PKS dibubarkan dan jual aset-asetnya
Cerita Sutan Bhatoegana tidur saat pimpin rapat