Inilah 5 kasus suap Bea Cukai yang terungkap

Reporter : Angga Yudha Pratomo | Kamis, 7 November 2013 06:00

suap. shutterstock

5.
Menerima gratifikasi

Merdeka.com - Pengungkapan kasus suap Ditjen Bea dan Cukai terakhir, yakni penangkapan Heru Sulastiyono yang merupakan Kasubdit Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Dia ditangkap karena menerima gratifikasi berupa uang dan barang. Selain itu, Heru juga terkena kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Heru ditangkap di rumahnya, di Perum Sutera Renata Alba Utama Nomor 3, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Banten pada Selasa (29/10) sekitar pukul 02.00 WIB. Dia ditangkap karena menerima suap dari Yusron Arif yang merupakan Komisaris PT Tanjung Utama Jati untuk melancarkan kegiatan ekspor impor.

Saat ditangkap, polisi juga menyita sejumlah barang bukti saat penangkapan, yakni polis asuransi, buku tabungan, dokumen transaksi, dokumen perusahaan, satu unit "air soft gun", enam unit telepon genggam dan dua unit mobil, yakni Ford Everest dan Nissan Terano.

Akibat kesalahannya, Heru terancam dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Baca juga:
Legenda penyelundup yang berjasa untuk Republik Indonesia
Cerita 1.000 akuntan pun tak bisa bongkar korupsi Bea Cukai
Robby Tjahjadi, penyelundup paling fenomenal di Indonesia
Penyelundup cantik nan seksi rayu Jenderal Hoegeng supaya bebas
Jenderal Hoegeng mau tendang pengusaha anak emas Soekarno


[tyo]

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE