Hanura nomor urut buncit (10) dalam Pemilu 2014 mendatang

Reporter : Muhammad Sholeh | Senin, 14 Januari 2013 14:44




Hanura nomor urut buncit (10) dalam Pemilu 2014 mendatang
hanura wiranto. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mendapatkan nomor urut 10 dalam Pemilu 2014 mendatang. Pengundian nomor urut tersebut diambil langsung oleh ketua Umum Hanura Wiranto di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Sebelum membuka nomor urut, Wiranto sempat bercanda. "lhoh kok kosong," ujar Wiranto saat membuka lintingan kertas nomor urut, di gedung KPU, Senin (14/1).

Setelah dibuka, Wiranto menunjukkan nomor 10. Itu artinya dalam Pemilu 2014 mendatang Hanura menjadi partai dengan nomor urut buncit.

Seperti diketahui, pada Pemilu Tahun 2009, Partai Hanura mendapat nomor urut 1. Partai besutan Wiranto ini mendapat 18 kursi (3,21 persen) di DPR setelah mendapat sebanyak 3.922.870 suara (3,8 persen).

Pemilihan Umum Anggota DPR 2009 diikuti oleh 38 partai politik. Hanura menjadi partai baru kala itu bersama dengan Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto.

Wiranto mendeklarasikan Hanura pada 21 Desember 2006 dan tampil sebagai ketua umum partai. Deklarasi partai dilakukan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta dan dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan. Mantan presiden Abdurrahman Wahid, mantan Ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tandjung, mantan wakil presiden Try Sutrisno, Ketua Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu, mantan menteri perekonomian Kwik Kian Gie, dan tokoh senior Partai Golkar Oetojo Oesman menghadiri peresmian partainya.

Setelah Pemilu Legislatif 2009, tepatnya pada 1 Mei 2009, Wiranto bersama Jusuf Kalla (Capres Partai Golkar), mengumumkan pencalonannya sebagai pasangan capres-cawapres yakni Jusuf Kalla sebagai capres dan Wiranto sebagai cawapres yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura. Pasangan ini juga menjadi pasangan yang pertama mendaftar di KPU. Pasangan JK-Wiranto mendapat nomor urut tiga dan disingkat menjadi JK-WIN.

Pemilu 2014 sendiri akan diikuti oleh 10 Partai Politik. Dalam undang-undang pemilihan umum terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 3,5 persen dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR, DPD dan DPRD. Setelah digugat oleh 14 partai politik, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5 persen tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPD dan DPRD.

[hhw]

KUMPULAN BERITA
# Pemilu 2014

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Heboh para wanita anggota DPR dandan untuk pelantikan
  • IHSG dibuka melemah 63,5 poin
  • Cerita di balik kemenangan telak kubu Prabowo rebut pimpinan DPR
  • Harga emas Antam lanjut stagnan Rp 525 ribu per gram
  • Spyware serang demonstran Hongkong, ulah China atau mafia?
  • Ssttt, Kim Kardashian - Cara Delevingne punya misi rahasia
  • 5 Alasan ini penyebab PDIP gagal jadi pimpinan DPR
  • Usai keperawanan direnggut ustaz, ABG di Semarang alami depresi
  • Usai mengaji, ustaz di Semarang malah setubuhi ABG 16 tahun
  • Kisah lucu pelantikan anggota baru DPR
  • SHOW MORE