Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua partai gurem main dua kaki di Pilgub Jatim

Dua partai gurem main dua kaki di Pilgub Jatim karsa daftar pilgub jatim. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua partai nonkursi pendukung pasangan calon incumbent, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), bermain dua kaki. Dari 22 partai Aliansi Partai Non Parlemen (APNP) Jawa Timur, yang didaftarkan KarSa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pengusungnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013, dua di antaranya mendukung dua pasangan calon lain.

Dua partai itu adalah Partai Kedaulatan (PK) yang memiliki jumlah suara 0,50 persen dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), yang memiliki suara 0,24 persen.

Sebelum mendaftarkan diri ke Kantor KPU Jawa Timur sebagai peserta Pilgub Jawa Timur 2013, KarSa sempat mengatakan akan didukung oleh 10 partai besar di parlemen dan 10 partai nonkursi yang tergabung dalam APNP Jawa Timur.

Partai itu adalah Partai Demokrat (22 kursi), Golkar (11 kursi), Gerindra (8 kursi), PKS (7 kursi), PAN (7 kursi), PKNU (5 kursi), Hanura (4 kursi), PPP (4 kursi), PBR (1 kursi) dan PDS (1 kursi).

Sementara 10 parpol nonkursi, KarSa enggan menyebutnya satu-persatu. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo itu, justru mengaku tidak hafal kalau diminta menyebutnya satu-persatu.

Namun, saat mendaftarkan diri ke Kantor KPU Jawa Timur, Minggu (19/5), KarSa menyodorkan 10 partai yang duduk di kursi DPRD Jawa Timur dan 22 partai nonkursi. Dan 22 partai itu adalah, PDK, Partai Merdeka, PDP, PPNUI, PNI Marhanisme, PBB, PKPI, PK, Partai Buruh, PPPI, Partai Pelopor, Patriot, PSI, PKPI, PPN, Republika, PNBK, PPRN, PIB, Barnas, Partai Pemuda Indonesia, dan PIS.

Nah, dari 22 partai nonkursi ini, terselip nama Partai Kedaulatan (PK) dan PPNUI, yang pada saat pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja mendaftarkan diri ke KPU Jawa Timur tanggal kemarin, ikut mendaftarkan diri sebagai partai pengusung pasangan itu, bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, ketika KarSa jilid 2 mendaftar ke KPU Jawa Timur, pagi tadi, PK dan PPNUI ikut mendaftar sebagai pengusung KarSa.

Menanggapi dualisme dukungan dari PK dan PPNUI ini, Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad mengatakan, masih ada tahapan yang harus dilalui KPU sebelum memutuskan sesuatunya.

"Kita masih akan memverifikasi terlebih dahulu, sebelum memutuskan dukungan mana yang dianggap sah," kata Andry usai menerima kedatangan KarSa dan rombongan.

Andry juga mengatakan, keputusan KPU Jawa Timur terkait sah atau tidaknya dukungan kepada masing-masing pasangan calon akan diumumkan pada 23 Juni mendatang.

Di tempat terpisah, menanggapi dua partai nonkursi yang 'dicopet' pasangan KarSa itu, Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar yang datang di acara Konsolidasi dan Pembekalan Bacaleg DPC PKB Kota Surabaya di Hotel Oval Jalan Diponegoro Surabaya mengatakan, keputusan ada di DPP masing-masing Parpol.

"Masih banyak tahapan, termasuk yang harus dilalui KPU untuk memutuskan sah atau tidaknya dukungan partai pengusung. Kalau untuk partai nonparlemen, namanya juga partai nonparlemen, ya begitu itu, check-in check-out," kata kakak kandung Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar tersebut.

Menurutnya, kondisi ini merupakan dinamika politik yang biasa terjadi. "Namun, otoritas ada di DPP masing-masing. Kita tetap akan melakukan komunikasi dengan DPP-nya masing-masing. Yang mendaftar (dukungan PK dan PPNUI untuk KarSa) hari ini kan DPW-nya saja," tandas Gus Halim. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP