Cerita malam berdarah di Hugo's Cafe yang tewaskan Sertu Santoso

Reporter : Parwito | Selasa, 26 Maret 2013 12:29




Cerita malam berdarah di Hugo's Cafe yang tewaskan Sertu Santoso
garis polisi. ©2012 Merdeka.com/imam Buhori

Merdeka.com - Tragedi penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang menewaskan empat tahanan dan melukai lima orang petugas lapas menyisakan banyak tanya. Lapas itu diserbu 17 orang menggunakan cadar. Dengan membabi buta, puluhan orang itu menghabisi empat tahanan menggunakan senjata laras panjang.

Keempat tahanan yang tewas itu adalah; Dicky Sahetapi alias Dicky Ambon, Adrianus Candra Galaja atau Dedi, Ali, dan Johan. Keempatnya merupakan warga Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Asrama NTT Yogyakarta.

Dedi, salah seorang tahanan merupakan petugas keamanan Hugo's Cafe yang bekerja sebagai satpam di kafe tersebut. Dedi bekerja sebagai satpam untuk membiayai kuliahnya di Sekolah Tinggi Penerbangan Adisutjipto, Yogyakarta.

Ada dugaan, motif penyerbuan karena balas dendam. Sebab, sebelumnya seorang anggota Kopassus TNI-AD Sertu Heru Santoso (31) tewas dikeroyok hingga tewas di Hugo's Cafe pada Selasa (19/3) lalu. Pelakunya adalah keempat tahanan yang tewas ditembak di Lapas Sleman tersebut.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Selasa (26/3), pengeroyokan terhadap Santoso terjadi sekitar pukul 02.44 WIB di tempat hiburan Hugo's Cafe, Jalan Solo Km 7 tepatnya di Jalan Adisucipto, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Perkelahian antar kelompok itu terjadi di halaman Hugo's Cafe. Keributan kemudian berlanjut di dalam kafe yang cukup ternama di Kota Yogyakarta itu. Beberapa pengunjung serta pegawai kafe sempat berupaya melerai perkelahian.

Santoso yang dikeroyok kalah. Anggota TNI yang bertugas di Grup II Kopassus Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo ini ditikam dengan pecahan botol di bagian dadanya. Heru kemudian dilarikan ke RS. Bethesda Yogyakarta, namun nyawanya tak tertolong.

Versi lain mengatakan, Sertu Heru Santoso tewas setelah ditusuk oleh sebilah belati oleh Dicky, petugas keamanan yang berbadan tambun ini merupakan desersi Polresta Yogyakarta karena tersangkut kasus narkoba. Usai kejadian, polisi berhasil membekuk empat tersangka pembunuhan Santoso.

"Kami sudah menahan empat tersangka, masing-masing D, Dd, Al dan Yj. Salah seorang tersangka, Yj, adalah pecatan polisi dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Yj pernah bertugas di Polresta Yogya," ungkap Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Kris Erlangga Aji Widjaja di Mapolda DIY beberapa waktu lalu.

Dicky diringkus di lokasi kejadian, sedangkan Yj ditangkap di Lempuyangan. Dd dan Al, masing-masing dibekuk di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman dan Mergangsan, Yogyakarta.

Kris Erlangga menjelaskan, saat kejadian bentrok di Hugo's Cafe dari empat tersangka, tiga tersangka dipastikan dalam kondisi normal. Sedangkan satu tersangka lainnya mengaku baru saja mengonsumsi minuman beralkohol. Kendati polisi sudah menahan tersangka, motif dan latar belakang kejadian belum bisa disimpulkan.

"Motifnya masih kami dalami. Kami kan baru saja menangkap mereka, jadi belum sempat menanyakan banyak hal," ujarnya waktu itu.

Kris mengaku, pihaknya sudah bertemu dengan jajaran Kodim 0732/Sleman dan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta untuk mengawal kasus ini. TNI siap membantu apabila ada saksi yang bisa dijadikan bahan penyelidikan maupun penyidikan.

"Pihak TNI menyatakan siap mem-back up penuntasan kasus ini. Hasil awal penyidikan, antara pelaku dan korban belum saling mengenal, sedangkan barang bukti ada pisau dan pecahan botol. Pelakunya ada empat orang, tiga warga sipil dan satu mantan polisi yang dipecat karena terlibat kasus narkoba," terang Kris.

Polda DIY yang berlokasi di Jl Ringroad Utara, usai kejadian keributan sempat didatangi pejabat TNI, antara lain, Dandim Sleman Letkol Satriyo Pinandaojo dan Dandim Kota Yogya Letkol Ananta Wira. Pertemuan tertutup dilakukan di ruang Direskrimum Polda DIY. Usai bertemu, mereka tidak banyak memberikan keterangan kepada media dan menyerahkan kasus ini ke Polda Yogyakarta.

Kapolda Yogyakarta, Brigjen Pol Sabar Rahardjo menyayangkan terjadi lagi pembunuhan di tempat hiburan. Sebelumnya, akhir Desember 2012, terjadi pembunuhan Aditya Bisma, mahasiswa asal Bali. Mantan Wakapolda Jateng itu menegaskan ada kemungkinan keamanan di kafe tersebut minim. Setelah peristiwa pengeroyokan ini, izin Hugo's Cafe dicabut.

Pihak Hugo's Cafe membantah keamanan di kafe sangat minim. Menurut Chikon Eko Prasetyo, Marketing Manager Hugo's Cafe, sejak peristiwa pembunuhan pada akhir 2012, pihaknya sudah meningkatkan keamanan dengan menambah sepuluh personel.

Tahanan dipindah

Inilah yang menjadi pertanyaan besar. Setelah empat tersangka pengeroyokan ditahan di Mapolda DIY, tiba-tiba keempat tersangka dipindahkan ke Lapas Cebongan, Sleman. Alasanya, kondisi ruang tahanan di Mapolda DIY masih dalam proses perbaikan.

Padahal menurut kuasa hukum empat tersangka, Rio Ramabaskara, kondisi ruang tahanan di Mapolda DIY dalam kondisi baik dan layak untuk dihuni tahanan. "Alasan pemindahan tahanan tidak tepat. Apalagi kondisi tahanan di Polda DIY masih bagus. Apalagi kejadian selang lima jam kami bertemu dengan pihak polda. Ada indikasi kuat polisi melakukan pembiaran," tegas Rio.

Setelah dipindah, selang beberapa jam terjadilah penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman yang mengakibatkan empat tersangka tahanan titipan itu tewas diberondong. Sebanyak 31 selongsong peluru ditemukan di lokasi.

[has]


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Gubernur Bali: Sangat berdosa pemimpin biarkan rakyat miskin
  • Ingin sakti, pria di Bangka Belitung curi celana dalam dan bra
  • Ini alasan Steve Jobs larang anak pegang iPhone dan iPad
  • Padas Bajul, batu jelmaan siluman buaya penunggu sungai
  • PBNU minta tarik buku Mts bertuliskan kuburan para Wali berhala
  • 7 Alasan Real Madrid jadi pecundang di awal musim
  • Prediksi line-up pembalap MotoGP 2015
  • Raline Shah bangga jadi orang Melayu, ini alasannya
  • Ingin tambah pengetahuan, belasan anak panti asuhan kunjungi JIS
  • Kapal Tanker milik Pertamina terbakar, satu orang tewas
  • SHOW MORE