Bendera OPM dan RMS Berkibar di Belanda

Sumber : | Minggu, 16 Agustus 2009 18:11




Bendera OPM dan RMS Berkibar di Belanda
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Republik Maluku Selatan (RMS) berkibar di Belanda saat ribuan masyarakat Indonesia di negeri kincir angin ini menyambut kemerdekaan HUT RI ke 64 yang dilaksanakan di Wassenar, Belanda, Sabtu (15/8).

"Kami hanya memberitahukan kepada masyarakat Indonesia dan internasional bahwa kemerdekaan Indonesia bukan pada 17 Agustus tetapi 27 Desember, dan kami juga menolak Papua dimasukkan dalam wilayah kesatuan NKRI," kata koordiator Free West Papua, R. Paphua seraya menambahkan bahwa wilayah Papua Barat merupakan wilayah yang bebas dari campur tangan Indonesia. "Kami merdeka," teriaknya.

Demikian pula yang dikatakan koordinator RMS, Frida Pasanea yang menolak Maluku bagian dari wilayah Indonesia. Menurut dia, berdasarkan sejarah, pada 25 April 1950, Maluku telah memiliki presiden perdana, yakni Wai "Artinya, kami adalah sebuah negara, karena memiliki kepala negara tersendiri" kata tenaga pengajar di SD Islam Amsterdam ini.

Baik Paphua dan Frida, menyatakan kekecewaannya terhadap bangsa Indonesia karena dinilai tidak berlaku adil dalam memperlakukan masyarakat Papua dan Maluku, Frida mencontohkan, 37 tahanan politik warga Maluku yang dipenjarakan karena mengibarkan bendera RMS di Indonesia, mendapat perlakuan yang kurang manusiawi.

Hingga saat ini, lanjut Frida, sejumlah tahanan tersebut masih berada dalam lembaga pemasyarakatan di daerah Jawa sejak Maret 2009. "Kami mendapat kabar kalau beberapa tahanan tersebut terserang penyakit malaria dan TBC namun belum mendapatkan perawatan minimal dari petugas," kata Frida yang telah bermukim di Belanda selama 47 tahun.

Pengibaran bendera OPM dan RMS ini, bagi mereka, merupakan bentuk dari kebebasan berpendapat, berekspresi. "Belanda, adalah negara demokrasi, makanya kami berani memperlihatkan kepada dunia dan simbol OPM serta RMS di negara ini, karena mustahil kami ditangkapi," kata Frida.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi mengatakan bahwa Indonesia, adalah negara yang terbentang dari Sabang hingga Merauke, termasuk Papua dan Maluku. Dia juga menegaskan bahwa Belanda secara sah telah menerima kedaulatan kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus.(kpl/npy)



JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Paripurna tandingan kubu Jokowi penuh canda dan sindiran ke KMP
  • 'Gerakan ISIS' Aceh minta pasangan mesum di salon dicambuk
  • ISIS ancam bunuh warga Barat dengan virus Ebola
  • Fadli Zon: DPR tandingan ilegal inkonstitusional!
  • Fadli Zon akui tukang tusuk sate salah, polisi sudah benar
  • Presiden Jokowi instruksikan dana bansos tak lagi uang cash
  • Pembagian tak rata, penjambret yang bunuh korbannya berkelahi
  • Perekonomian mati jika Jokowi tak segera naikkan harga BBM
  • Mengapa Pramono Anung batal jadi ketua DPR tandingan?
  • Warga Mampang: Kalau orang baru, rumahnya didatangi kuntilanak
  • SHOW MORE