Banyak kader korup, Demokrat tetap pakai jargon antikorupsi

Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo | Jumat, 11 Januari 2013 16:34

Banyak kader korup, Demokrat tetap pakai jargon antikorupsi
ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat mengatakan tetap mengusung jargon anti korupsi dalam kampanye pemilihan umum 2014, dimulai hari ini. Meski banyak kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu terlibat kasus korupsi.

"Tetap katakan tidak pada korupsi. Kalo ada kader korupsi, kita serahkan pada proses hukum. Sampai detik ini kami masih antikorupsi," kata Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Denny Kailimang, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/1).

Hal itu justru bertolak belakang dengan kenyataan selama ini. Kader Partai Demokrat seakan berlomba-lomba dalam keburukan. Mereka asyik terlibat tindak pidana rasuah. Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Siti Hartati Murdaya, sampai Andi Mallarangeng menjadi bukti.

"Kalau ada kader bermasalah, kita pasti beri sanksi. Kalo jadi tersangka, sudah enggak bisa menduduki jabatan lagi. Dicopot," tegas Denny.

Menurut Denny, aturan itu juga diterapkan buat mereka yang duduk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Malah dia mengatakan, jika kader Demokrat di DPR terbukti korupsi, mestinya seluruh gaji dan tunjangannya segera dihentikan.

"Itu kan soal etika moral dan hukum," lanjut Denny.

Karena masa kampanye partai politik telah dimulai hari ini, maka tidak lama lagi kita akan mendengar slogan-slogan antikorupsi milik Partai Demokrat. Kita akan lihat penerapannya di masa mendatang. Apakah akan betul-betul alergi dengan korupsi, atau malah semakin menjadi.

"Kita akan tetap bikin iklan antikorupsi di televisi. Kalau perlu, saya dan Patra (Patra M. Zen, anggota Departemen Penegakan Hukum DPP Demokrat), yang akan main iklannya," ucap Denny sambil tertawa.

Terkait vonis 4,5 tahun Angelina Sondakh, Denny tak mau berkomentar banyak.

"Kita hormati proses hukum. Karena semua masuk ranah hukum, kita serahkan kepada prosedur. Kami tidak komentar lagi," ujarnya.

Menurut Denny, sejak tahap penyelidikan, penyidikan, persidangan, penuntutan dan terakhir putusan, mereka menghormati sepenuhnya. Dia mengatakan vonis selama itu kewenangan pengadilan dan harus dihormati.

Saat ditanya apakah Angie, sapaan Angelina, bakal mengajukan banding atau tidak, "Itu semua keputusan Angie. Kami menghormati keputusan hakim," ujar Denny.

[bal]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Partai Demokrat

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Muhaimin sebut kinerja kementerian ekonomi belum maksimal
  • Terjebak 3 jam di Soetta, Hasto sebut porter jadi 'jubir' Garuda
  • Ruhut klaim hampir semua partai ingin koalisi dengan Demokrat
  • Baru 8 bulan peluk Islam, bule Inggris ini ditawari pergi umroh
  • Soekarno-Hatta kebakaran, Garuda sebut keterlambatan 3-4 jam
  • Tak ingin buka-bukaan, Jamie Dornan pakai pemeran pengganti?
  • Hendak pulang kampung, 16 imigran Indonesia malah ditangkap Malaysia
  • Muhaimin Iskandar: Lebaran-lebaran tidak baik reshuffle
  • Kabar gembira! Si Imut Hello Kitty bakal punya film lho
  • Wajah mirip Angeline tapi hidup miskin, Sintia dapat bantuan
  • SHOW MORE