Merdeka.com tersedia di Google Play


Artis seksi lawan politikus kawakan, menang mana?

Reporter : Yulistyo Pratomo | Senin, 29 April 2013 07:06


Artis seksi lawan politikus kawakan, menang mana?
Caleg seksi. ©2013kapanlagi.com

Merdeka.com - Demi meraih kemenangan, berbagai cara pun dilakukan oleh setiap orang. Tak terkecuali bagi partai politik (parpol) peserta pemilihan umum (pemilu) 2014 mendatang.

Salah satu cara untuk meraih perolehan suara, mereka pun tak segan-segan memasang nama artis dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Tidak sembarang artis yang direkrut, syarat paling penting adalah tingkat popularitasnya di mata masyarakat. Dengan demikian, parpol mampu meraih jumlah suara yang signifikan untuk lolos ke Senayan.

Roro Fitria: Artis jadi Caleg? Sah-sah saja
Parpol berorientasi kekuasaan bikin cendekiawan enggan gabung


Tak heran jika nama-nama seperti Angel Lelga, Venna Melinda dan bahkan Lyra Virna yang mundur dari bursa pencalegan. Mereka menjadi senjata bagi PPP dan Demokrat dalam pertarungan politik dalam setahun mendatang.

Namun, sanggupkah mereka berhadapan dengan politikus kawakan?

Pengamat politik dari Charta Politika, Arya Fernandez menyangsikan kemampuan mereka dalam memenangi Pemilu 2014, terutama jika lawannya sudah lama berkecipung di dunia politik. Kondisi itu terekam jelas saat berlangsungnya Pemilu 2009 lalu.

"Kalau berkaca di 2009, banyak juga artis yang tumbang dan gagal menuju ke Senayan. Data di DPR periode 2009-2014, enggak sampai 5 persen artis yang tembus ke Senayan," ungkap Arya saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (28/4).

Kondisi semakin berat untuk dijalani para artis ketika harus bertarung di daerah pemilihan (dapil) yang berat, atau daerah yang bukan merupakan basis dari partai pengusung nama artis. Mereka yang tidak memiliki kemampuan berbicara atau komunikasi secara otomatis bakal gugur.

"Sulit juga karena artis ini akan berhadapan dengan politisi-politisi senior yang sudah punya basis massa kuat di daerah dan punya jaringan kuat juga. Sementara artis diunggulkan karena populer," jelasnya.

Jika hanya mengandalkan popularitas dan tanpa persiapan matang, dipastikan artis tersebut hanya jadi penonton dalam pertarungan politik mendatang. Terlebih, jumlah artis yang terdaftar dalam DCS pun diperkirakan tidak akan sampai 1 persen dari jumlah anggota DPR yang mencapai 6 ribu orang.

"Kalau tidak persiapkan diri dengan baik dan benar. Misal siapkan program dengan benar, susun isu-isu hingga matang. Tapi kalau hanya andalkan popularitas, maka bakal kalah dalam bertempur, karena untuk menang di 2014 tak cukup andalkan popularitas semata," paparnya.

Baca juga:
Parpol rangkul artis seksi, rakyat tetap ogah nyoblos
Nyaleg modal Rp 1 miliar, bintang seksi ini tetap gagal
Caleg artis dinilai bisa perburuk citra DPR

[ian]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Caleg Artis, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Caleg Artis.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Steven Spielberg garap drama religi?
  • Rayakan Paskah, kaum Nasrani Damaskus sementara abaikan konflik
  • YIMM, apakah selanjutnya Yamaha YZF-R125?
  • Ribuan umat Kristiani Biak pawai obor Paskah
  • Perjalanan kisruh PPP berujung pemecatan Suryadharma Ali
  • "I SPIT ON YOUR GRAVE 3" akan segera digarap!
  • 6 Hal ini membuat orang cepat pikun!
  • Prabowo bikin pecah partai kabah
  • Berburu telur Paskah, wanita Amerika ini malah temukan mayat
  • Dunia dirgantara Indonesia sepi perhatian pemuda
  • SHOW MORE