Anas saat ini jadi musuh Sengkuninya Demokrat

Reporter : Parwito | Rabu, 6 Februari 2013 10:04




Anas saat ini jadi musuh Sengkuninya Demokrat
anas dan sengkuni. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Status personal Message BlackBerry Messenger Anas Urbaningrum tiba-tiba berubah 'Politik Para Sengkuni' saat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar jumpa pers di Jeddah, terkait kemelut Partai Demokrat. Anas mulai menyadari posisinya kiat terpojok di partai bintang mercy ini.

Tak hanya itu, kini posisi Anas pun terancam dipecat. Sehingga saat ini, Anas menjadi musuhnya Sengkuni di Partai Demokrat.

Hal ini terkait dengan posisinya yang dituding dan disebut-sebut oleh sebagian elit partai Demokrat dikait-kaitkan oleh beberapa kader Demokrat dengan kasus korupsi Hambalang yang ditangani di KPK. Apalagi, Anas menjadi sasaran tembak sebagai biang kerok turunnya elektabilitas Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Seniman Lima Gunung, Sutanto saat ditemui merdeka.com Rabu(6/2) di Studio Mendhut yang sekaligus rumahnya di Jl Raya Borobudur, Desa Mendhut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jateng, terkait fenomena turunnya elektabilitas Partai Demokrat.

"Anas tepat. Pemikiran dan analisanya sangat tepat. Sebelum peristiwa inipun, Anas bisa juga akrab dengan karakter Sengkuni. Ada dalam cerita perang Bharatayudha, perang saudara dalam konteks satu partai. Politik lawan bukan kesetiaan. Anas tidak jatuh pun, dia akrab dengan kisah itu (Sengkuni) saya setuju. Bukan berarti saya simpati. Tidak. Pertanyaannya adalah siapakah Sengkuni?" ungkap Sutanto yang akrab dipanggil Tanto Mendhut ini.

Tanto Mendhut menilai, Anas saat ini sudah menjadi korban konspirasi yang dilakukan oleh elit Demokrat. Sehingga, konsep dan kata konspirasi ini identik dengan tokoh pewayangan Sengkuni. Terutama akibat tindak pidana korupsi yang semestinya dilakukan secara berjamaah maupun bersama dengan elit partai.

"Demokrat itu partai apa? Nazaruddin itu khan dituding mesin pencetak money laundry-nya. Tapi kalau ada kalimat konspirasi masyarakat maka akan menilai masuk dalam budaya Sengkuni. Sekalipun orang itu dari luar Jawa pun sudah melekat. Sengkuni identik dengan bahasa busuk, khianat, adu domba itu adalah basis dasar dari politik," ungkapnya.

Tanpa menyebut siapa sosok Sengkuni di Demokrat, Tanto menjelaskan bahwa saat ini ada keinginan SBY untuk mengikuti jejak pendahulunya. Menjadikan kedua anak-anaknya sebagai sosok pemimpin bangsa.

"Saya tidak salah jika sebut SBY sedang membangun kepemimpinan generasi penerus. Kalau Mega jelas Puan Maharani penerusnya. Pak Harto jelas ada yang mewakili menantunya Prabowo keturunan dari sang maestro ekonom Soemitro," ungkap Tanto yang pernah mementaskan Seniman Lima Gunung di Selandia Baru ini.

SBY, menurut Tanto, saat ini sedang ingin membangun dan bangga memperkuat konsep seperti layaknya Sri Sultan dari I sampai Sri Sultan X. Kemudian konsep kepemimpinan Pakubuwono dulu sampai sekarang yang akhirnya terjadi perpecahan.

"Ini juga masuk dalam konsep politik cerita Mahabarata. Mau tidak mau, SBY dengan dua anaknya laki-laki harus membangun itu. Soal nasib orang-orang-orang kader partai, demi kepentingan politik, nantinya mereka semua semua jadi korban," ungkap suami dari Mami Kato yang merupakan warga negara Jepang.

Sengkuni politik, dalam perspektif Tanto bisa berwujud sebagai seorang ulama, sengkuni berwujud ikhwanul muslimin, sengkuni juga bisa dari seorang wahabi.

"Dalam konsep spiritual Sengkuni tidak mengenal madzhab atau kasta. Dia (Anas) kena! otomatis ngomong Sengkuni. Kalau nggak kena dia (Anas) diibaratkan seorang Karno tokoh pewayangan yang anti pahlawan. Sosok lain, yang menggambarkan jika Anas tidak kena, Kumbokarno yang merupakan hero pembela kebenaran. Tetapi posisi dia di kerajaan para Kurawa," tandas pencetus ide pembuatan patung Budha berkepala Gus Dur yang kontroversial ini.

Di partai manapun, bagi Tanto adalah panggung sandiwara Mahabarata yang mempunyai konflik kepentingan, kekuasaan dan filosofi pertarungan jabatan yang hampir sama.

"Mahabarata nya Indonesia sebulan kemarin Mahabaratanya Nasdem. Minggu ini juga ada Mahabarata nya PKS. Terlepas Anis Matta dekat dengan Abraham Samad atau tidak. Lalu Sengkuni mana yang sedang menang? Anas bulan lalu dengan Anas minggu lalu berbeda dengan saat ini. Yang sekarang Anas musuh Sengkuni. Tapi bulan November, Desember lalu Anas sendiri bisa dikatakan sebagai Sengkuninya. Tapi saat ini, Anas tiba-tiba dimusuhi Sengkuni," tandas Tanto.

Saat ini, menurut hemat Tanto, Anas harus berdiskusi dengan Andi Mallarangeng, berdiskusi dengan Angelina Sondakh sehingga otomatis yang menjadi korban Sengkuni ini akan menjadi hilang analisis politiknya.

"Hanya ada dua pilihan saat melawan Sengkuni, kalah atau menang," jelasnya.

Selain sosok Sengkuni yang menonjol di Demokrat ada lagi sosok Darmogati di dalam partai itu. Darmogati itu sifatnya sudah siap jatuh tetapi tidak dipukuli.

"Kalau ada rapat-rapat eksekusi kebijakan dia tidak ikut. Tetapi karena rasa humornya tinggi dia bebas. Selalu bertujuan supaya Anas bisa turun. Anas sekarang anti Sengkuni alasannya yang dikatakan Anas tidak bisa ditangkap dalam kasus korupsi. Artinya pernyataan Anas sudah menunjukkan bahwa telah terjadi Sengkuni lawan Sengkuni. Karakter dan perwatakan Sengkuni ada di hutan belantara juga. Dimana seorang Sengkuni itu ya si tokoh pewayangan Buto Cakil. Perang terus tapi si buto cakil ini tidak pernah mati," jelas Budayawan yang sempat masuk nominasi penerima penghargaan seni Magsasay ini.

Para Sengkuni-Sengkuni ini yang tidak bisik-bisik lagi karakternya akan menjadi tokoh pewayangan Buto Cakil. Sehingga rakyat menunggu seorang Punokawan yang mau menyelamatkan.

"Kalau dulu sosok Punokawan digambarkan dalam sosok almarhum Gus Dur. Gus Dur mewakili Punokawan dalam hal ini Sang Semar. Namun, karena sudah tidak ada sosok Semar itu, makanya yang muncul sekarang ini Buto Cakil," pungkas Tanto.

[war]

KUMPULAN BERITA
# Kemelut Demokrat

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Pencurian berujung kerusuhan terjadi di Lampung
  • Liverpool gulung city lewat drama adu penalti
  • Polisi: Sipil bersenjata peras pengusaha dan pejabat di Papua
  • Arus balik, jalur Nagreg padat merayap
  • [Video] Orlando Bloom pukul Justin Bieber
  • BJ Habibie bawa Habibie & Ainun ke Harvard
  • 4 Cerita 'open house' Jokowi di Solo
  • Leeteuk diam-diam gelar fanmeeting pasca lepas dari militer
  • Air di kolam alami ini mirip sampanye!
  • 12 Fakta unik dan menarik seputar bos Facebook
  • SHOW MORE