'2 Tokoh jadi tersangka, politik Indonesia tidak kondusif'

Reporter : Moch. Andriansyah | Sabtu, 23 Februari 2013 22:03

'2 Tokoh jadi tersangka, politik Indonesia tidak kondusif'
Surya Paloh mengukuhkan pengurus DPP Nasdem. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh menganggap situasi politik di Indonesia saat ini tidak kondusif. Asumsi bos Media Grup ini berkaitan dengan ditetapkannya Ketua Umum DPP Partai Demokrat dan Presiden PKS sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi dua fakta itu, Surya Paloh mengatakan, kejadian tersebut merupakan gambaran riil kondisi perpolitikan di Indonesia.

"Kejadian ini adalah gambaran nyata betapa tidak kondusifnya situasi politik di Indonesia," kata Surya Paloh di Surabaya, Jawa Timur yang hendak bertolak kembali ke Jakarta, Sabtu (23/2).

Dia melanjutkan, dalam tempo waktu satu bulan, dua orang ketua umum partai besar dinyatakan bersalah oleh KPK karena terlibat kasus korupsi. Kondisi itu membuat peran parpol melemah.

"Bukankah ini gambaran kenyataan tentang perpolitikan di negeri ini? Kondisi ini menjadi semakin melemahkan peran partai politik di mata masyarakat."

Menurut Surya Paloh, kondisi politik yang terjadi itu, menunjukkan adanya implikasi, masyarakat akan kehilangan harapannya, masyarakat juga kehilangan terhadap kepercayaannya terhadap partai politik.

"Masyarakat akan menganggap apa yang dilakukan para elit politik itu hanya menjalankan fungsi mereka sebagai hak-hak pribadi, bukan kepentingan masyarakat luas. Ini yang membuat rakyat kecewa," keluhnya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka, Jumat (22/2) kemarin). Sedangkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sudah lebih dulu mendekam di dalam rutan karena terlibat kasus suap daging sapi impor.

Baca juga:
Din Syamsudin sarankan Anas bongkar borok Demokrat
Anas mundur, SBY gelar rapat di Cikeas
Tagih janji Anas gantung di Monas, mahasiswa Lebak gantung diri
Anas tersangka, Dena gunduli rambut di depan Gedung Sate
Jadi tersangka, Anas serang SBY
Saksi cantik kasus suap impor daging bungkam kepada media
KPK periksa pasutri dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq
Kader PKS siap jemput anak Hilmi di Turki

[tyo]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Polda Metro bentuk satgas anti-copet jelang arus mudik lebaran
  • Ketua DPR minta Bappenas & Kemenkeu bantu TNI revitalisasi alutsista
  • Jadi primadona investor, Jabodetabek banyak gangguan investasi
  • Pemerintah RI pulangkan 564 WNI tinggal tanpa izin di Oman
  • Fantastic Fruit, smoothie sehat untuk teman buka puasa!
  • Ahok: Masa PNS cuma gosok batu akik dikasih jabatan, stafkan saja
  • Kontainer timbun daging busuk mangkal dekat rumah Gubernur Jabar
  • Kisah budak Rasulullah berkulit hitam yang dipanggil ibu
  • Tangan anak 12 tahun luka parah, diduga digergaji ibu kandung
  • Sering mual setelah makan? Ternyata ini 7 penyebabnya!
  • SHOW MORE